Perkuat UU Keamanan Ekonomi, Kebocoran Informasi Jepang, Hukuman Pelanggar Paten NDA Diperberat

Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman  berat bagi pemohon paten yang mengelola informasi yang tidak pantas di bawah sistem pate

Richard Susilo
Kantor Patent Jepang di kasumigaseki Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman  berat bagi pemohon paten yang mengelola informasi yang tidak pantas di bawah sistem patent non-disclosure agreement (NDA) yang termasuk dalam RUU promosi keamanan ekonomi untuk diserahkan draft nya ke Diet bulan depan.

"Untuk meningkatkan efektivitas  mencegah kebocoran informasi sensitif ke luar Jepang, pelanggar patent NDA akan diperberat nantinya," papar sumber Tribunnews.com Sabtu (22/1/2022).

Hal ini juga akan menjatuhkan hukuman atas pelanggaran kewajiban kerahasiaan peneliti yang berpartisipasi dalam pengembangan teknologi oleh sektor publik dan swasta, tambah pejabat pemerintah itu.

Paten non-disclosure sedang diperkenalkan di negara-negara maju, tetapi Jepang tertinggal di belakang.

Dalam RUU tersebut, Kantor Paten Jepang dan Perdana Menteri memeriksa penemuan yang permohonan patennya telah diajukan, dan jika ada informasi sensitif tentang keamanan, mereka ditetapkan sebagai "penemuan yang tunduk pada konservasi".

Hal ini memberlakukan pembatasan seperti manajemen informasi yang tepat dan larangan aplikasi ke negara asing.

RUU itu akan mencakup mekanisme untuk mengenakan kewajiban kerahasiaan pada penelitian dan pengembangan teknologi canggih yang diinvestasikan oleh pemerintah atau pun oleh swasta.

Dengan mengacu pada UU Kepegawaian Negara, sanksi pelanggaran kerahasiaan oleh peneliti swasta akan diperberat.

Hukuman untuk ketidakpatuhan dengan perintah tinjauan nasional juga akan dipertimbangkan ketika operator infrastruktur inti seperti energi dan telekomunikasi memasang peralatan keamanan.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved