Rekind dan BRIN Sinergi Kembangkan Lisensi Teknologi Komersil Merah Putih

PT Rekayasa Industri (Rekind) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan lisensi teknologi komersial Merah Putih.

ist
Rekind bekerja sama dengan BRIN untuk mengembangkan lisensi teknologi komersial Merah Putih. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Rekayasa Industri (Rekind) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan lisensi teknologi komersial Merah Putih. 

Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih mengatakan, komitmen Rekind dalam pengembangan teknologi Merah Putih ini, merupakan salah satu bagian dari transformasi bisnis perusahaan menghadapi perubahan industri global, serta membawa misi meningkatkan TKDN dan daya saing industri nasional. 

"Semoga sinergi ini bisa berjalan maksimal dan memenuhi target yang kita harapkan bersama," kata Triyani, Selasa (25/1/2022).

Baca juga: Rekind Antarkan Proyek PLTP Rantau Dedap Memasuki Tahap Komersial

Dalam kerja sama ini, kata Triyani, Rekind dan BRIN akan mengembangkan penelitian dan riset yang ranahnya berpijak pada  pengembangan teknologi proses dalam bidang dekarbonisasi, energi baru dan terbarukan (EBT), pengolahan mineral semikonduktor dan produk kimia berkelanjutan. 

Cakupan kerja samanya juga diperluas hingga peningkatan kompetensi dalam bidang rancang bangun, pengembangan sumber daya manusia dan pemanfaatan bersama infrastruktur riset. 

"Kompetensinya di bidang EPC ini, tentunya bisa menjadi kunci hilirisasi dari riset-riset teknologi proses yang dilakukan lembaga- lembaga riset, yang kini berada di bawah naungan BRIN," tuturnya. 

Sebelumnya, perusahaan EPC nasional ini juga bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dalam pengembangan teknologi pemurnian logam tanah jarang dari monasit dengan target dapat digunakan di skala komersial pada 2024.

Baca juga: Rekind Tuntaskan Proyek OSBL Revamping Aromatik TPPI

Rekind juga tengah mengembangkan teknologi pengolahan tandan kosong sawit menjadi produk kimia bernilai tambah, serta teknologi pengolahan minyak sawit menjadi bahan bakar nabati melalui kerjasama dengan kementerian, lembaga riset, perguruan tinggi dan BUMN terkait.

“Semoga kerja sama ini mampu meningkatkan kompetensi kedua belah pihak dalam memperkokoh sumber daya riset dalam mengakselerasi kepemilikan teknologi bagi bangsa dan negara. Dan yang tidak kalah penting, sinergi ini juga diharapkan bisa meyakinkan banyak pihak bahwa penelitian skala laboratorium dapat berlanjut ke skala komersial,” papar Triyani.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved