Target Market Sesuai Kondisi Pandemi, Bisnis Kuliner Nasgor Ini Ekspansi Kemitraan di Jabodetabek

Pada kondisi situasi pandemi Cobid-19, konsep usaha yang membidik target pasar takeaway dan online delivery terbukti sangat tepat dijalankan.

Editor: Sanusi
ist
Usaha kuliner dengan mengedepankan konsep usaha yang membidik target pasar takeaway dan online delivery. Pada masa pandemi ini, konsep itu terbukti sangat tepat dijalankan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasiolan EPG

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada kondisi pandemi Covid-19, konsep usaha yang membidik target pasar takeaway dan online delivery terbukti sangat tepat dijalankan.

Konsep inilah yang dikedepankan bisnis kuliner Nasi Goreng (Nasgor) Bapalo yang eksis lewat online channel.

Jika banyak usaha yang menciut karena kondisi ini, founder dan CEO PT Multi Kuliner Nusantara, Alvian Pradana, menuturkan pihaknya justru mulai beroperasi di awal pandemi bahkan berkembang secara signifikan.

Baca juga: Demi Cuan, Penyanyi Sania Gabungkan Usaha Kuliner dengan Entertaiment

Meski dalam kondisi pembatasan yang ketat, usaha tersebut tetap bisa menyapa konsumen di segmen kelas menengah.

“Kami memulai juga di tengah pandemi, dan bisa berkembang juga di tengah pandemi artinya bisnis kami ini memiliki market yang valid, ditambah konsep kami yang mengedepankan takeaway dan online delivery dimana behaviour konsumen saat ini sedang ke sana dan mengurangi dine in,” katanya dalam keterangan, Selasa (25/1/2022).

Dia menuturkan, ide awalnya berasal dari salah satu merek nasi goreng di daerah Jawa Tengah yang sangat terkenal dengan konsep ambil sepuasnya.

Baca juga: Dorong UMKM Lebih Maju, BRINS Renovasi Plaza Kuliner Galaxy di Bekasi

“Saya sendiri juga suka dengan nasi goreng, ketika diimpementasikan di pasar Jabodetabek, tidak cocok dengan situasi pandemi karena adanya pembatasan untuk kuliner makan ditempat, saya berfikir konsep ambil sepuasnya ini tidak bisa dinikmati dengan online delivery. Akhirnya, kami mengganti formula konsep yang sesuai dengan kondisi pandemi. Respon pasarnya sangat baik,” katanya.

Terbukti, sistem dan konsep seperti ini menjadi bisnis yang mengggiurkan karena efisien dan menguntungkan.

Sistem bisnis yang dimaksud Alvian adalah pola kemitraan autopilot.

Investor hanya menyediakan dana sesuai dengan nilai investasi dan beberapa item yang belum masuk di paket kemitraannya seperti sewa lokasi, dan lainnya.

“Kami membuka peluang kemitraan untuk mitra-mitra yang sifatnya memiliki dana lebih dan masih ada kegiatan utamanya diluar namun ingin punya usaha, atau orang yang sudah memasuki masa pensiun ingin mendapatkan passive income ketika hari tua, sehingga dengan adanya konsep kemitraan kami akan menjadi solusi untuk mereka ditambah dari sisi produk adalah produk nasi goreng yang semua orang indonesia suka dengan nasi goreng. sehingga dalam operasional harian semua kami handle dan kami juga yang memutuskan, mitra cukup terima profit sharing,” ujarnya.

Adapun syarat menjadi mitra Nasgor Bapalo cukup mudah. Selain memiliki dana investasi yang sesuai dengan lisensi, juga harus mempunyai titik lokasi yang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

“Jika belum ada lokasi bisa kami bantu rekomendasikan sesuai dengan market dan keputusan kami,” katanya.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved