Jumat, 29 Agustus 2025

Tren 2022, Perkuat Bisnis dengan Software Manajemen Berbasis Artificial Intelligence

 Di awal tahun 2022 ini terjadi kenaikan tren percepatan adopsi digitalisasi bisnis sebesar 70 persen seperti dilansir IDC Futurescape.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Wahyu Aji
ist
 Lusiana Lu, Business Development Director HashMicro. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di awal tahun 2022 ini terjadi kenaikan tren percepatan adopsi digitalisasi bisnis

Menyikapi hal itu, HashMicro hadir dengan inovasi teranyar.

Perusahaan tersebut baru saja merilis versi terbaru dari produk solusi manajemen bisnis ERP-nya yang didukung oleh teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Gabungan dari kedua teknologi ini nantinya dapat memudahkan pengambilan keputusan bisnis dengan pertimbangan risiko bertingkat, auto-upsell produk, otomatisasi pekerjaan, dan masih banyak lagi.

Business Development Director HashMicro, Lusiana Lu memaparkan sebagaimana diteliti oleh CTI Group, software AI-ERP ini juga berpotensi meningkatkan produktivitas perusahaan sebesar 40% di tahun 2035 serta memberikan Nilai Tambah Bruto (GVA) di 16 industri sebesar USD 14 triliun.

“Dengan potensi pendapatan yang fantastis, maka kita tetapkan tahun 2022 menjadi tahun di mana kita menggiatkan digitalisasi berbasis AI,” kata Lusiana Lu dalam keterangannya, Senin (25/1/2022).

Baca juga: Kemendikbudristek Kembangkan Kurikulum Artificial Intelligence di Perguruan Tinggi

Integrasi dua teknologi ini akan berpengaruh tidak hanya pada produktivitas tetapi juga memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan bisnis beradaptasi terhadap pasar yang fluktuatif, serta memberikan sumber daya lebih dari segi waktu dan materi untuk fokus pada pertumbuhan bisnis.

Menanggapi meningkatnya adopsi teknologi di industri belakangan ini, Lusiana juga yakin ke depannya potensi-potensi bisnis serta angka-angka prediksi yang menggiurkan dapat terwujud.

“Berlawanan dengan kepercayaan masyarakat umum, perusahaan-perusahaan di Indonesia sebetulnya sangat terbuka dalam investasi teknologi. Hal ini terutama terjadi pada perusahaan keluarga yang dikelola oleh generasi kedua dan ketiganya. Selain lebih akrab dengan teknologi, para pegiat usaha generasi saat ini sangat menyadari pentingnya penerapan teknologi.”

Dalam jangka pendek, HashMicro berorientasi untuk memastikan bahwa Sistem ERP berbasis AI ini dapat dijangkau dengan mudah oleh para pegiat bisnis.

Baca juga: AI Innovation Summit 2021 Jadi Gelaran Artificial Intelligence Terbesar di Indonesia

Sementara untuk jangka panjang, Lusiana dan tim sedang dalam tahap riset dan pengembangan untuk meluncurkan lebih banyak fitur cerdas lainnya untuk mendukung smart business.

“Indonesia memang sedang fokus mematangkan revolusi industri 4.0. Kita bergerak di sana mendukung pemerintah, namun juga fokus menyiapkan industri 5.0,” ucap Lusiana.

Seperti diketahui, Saat ini terjadi tren peningkatan penggunaan AI/ML untuk pengolahan data menjadi informasi.

Sesuai data dari IDC FutureScape ASEAN pada tahun 2026, sekitar 25% perusahaan besar di ASEAN akan mengalami peningkatan sebesar 20% dalam penggunaan informasi dan penggunaan jaringan cerdas untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan