Pengguna QRIS Diproyeksikan Tembus 15 Juta, Siap Diuji Coba di Malaysia dan Thailand

Bank Indonesia memproyeksikan pengguna QRIS di Indonesia terus meningkat menuju 15 juta pengguna di 2022 ini.

Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO
Regional CEO Bank Mandiri Kanwil VJakarta 3 Sulaeman, Chief Marketing Officer PT Fastfood Indonesia Hendra Yuniarto, Direktur PT Fastfood Indonesia Justinus Dalimin Juwono dan SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi saat meluncurkan program promo belanja kuliner hemat dengan QRIS di gerai KFC dan Taco Bell Livin' by Mandiri di salah satu gerai KFC di Jakarta, Senin (31/1). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia memproyeksikan pengguna QRIS di Indonesia terus meningkat menuju 15 juta pengguna di 2022 ini. "Misi pada 2022 QRIS menuju 15 juta pengguna baru," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Dia menuturkan transaksi QRIS terus meningkat sejalan dengan akseptasi masyarakat, baik nominal maupun volume, masing-masing meningkat sebesar 290 persen (yoy) dan 326 persen (yoy).

BI akan melakukan uji coba QRIS antar negara dengan Thailand dan Malaysia. "Tentu kita perlu bekerja sama dan memastikan inovasi dan meningkatkan mitigasi," pungkasnya.

Selain QRIS, ada juga BI-FAST untuk pembayaran digital banking yang telah tersedia di sejumlah bank nasional dan beroperasi 24x7 serta Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) untuk memperkuat interlink perbankan dan fintech.

Perry menekankan pentingnya kekuatan sinergi dan koordinasi. Hal ini dilakukan untuk bekerja sama mewujudkan mimpi membentuk digitalisasi sistem pembayaran Indonesia hingga digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia.

Baca juga: QRIS Disebut Permudah Transaksi, Tidak Usah Repot Soal Kembalian 

"Kami membangun electronification for the vulnerable group, untuk transfer program sosial pemerintah," jelasnya.

Kemudian, inter-mode transportation integration dan digitalisasi untuk usaha mikro, kecil dan menengah atau digitalization of micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs).

Baca juga: BSI Dorong Digitalisasi Ekosistem Masjid, Aktivitas Ziswaf Kini Melalui QRIS

Bank Indonesia mencatat pada Januari 2022, nilai transaksi uang elektronik (UE) tumbuh 66,65 persen (yoy) mencapai Rp34,6 triliun. Sementara nilai transaksi digital banking meningkat 62,82 persen (yoy) menjadi Rp4.314,3 triliun.

Bantu Pariwisata Pulih

Terkait ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menuturkan, sistem pembayaran digital efektif mempercepat pemulihan ekonomi di sektor pariwisata.

Melalui sistem pembayaran digital para wisatawan domestik maupun asing semakin mudah dalam melakukan transaksi.

Sandiaga mencontohkan pengunjung yang akan menonton MotoGP di Mandalika akan merasakan manfaat pembayaran digital.

Baca juga: Akseptasi QRIS Bank Mandiri Tembus 1,3 Juta Merchant Hingga November 2021

“Event balap MotoGP diperkirakan membawa sekitar dua sampai tiga juta turis luar negeri masuk ke Indonesia," tegas Menparekraf.

Sandi menyebut, sistem pembayaran digital sangat berdampak positif pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata.

Hasil pengamatannya di lapangan, pengunjung sangat terbantu dengan adanya pembayaran digital begitupula para pelaku wirausaha.

Pihaknya mendorong UMKM sektor ekonomi kreatif masuk pada pembayaran digital seperti QRIS. "Kami juga mendorong implementasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) agar para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia merasa aman karena kesehatannya dapat terjamin," pungkas Sandiaga. (Tribun Network/nas/van/wly)

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved