Investor Ritel Naik Tajam, Aplikasi Ini Mudahkan Intip Rekomendasi Saham dari Para Mentor

Jumlah investor saham ritel tahun 2021 melesat 76 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 3,79 juta menjadi 6,64 juta.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
IST
Ilustrasi fitur Stock-peek untuk 'mengintip' rekomendasi saham dari para mentor.    

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jumlah investor saham ritel tahun 2021 melesat 76 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 3,79 juta menjadi 6,64 juta.

Inarno Djajadi, Presiden Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, kenaikan ini tidak bisa dipisahkan dari pengaruh influencer media sosial.

"Kemunculan para influencer saham membuat investor ritel lebih memperhatikan perkembangan saham dan bertransaksi dengan lebih baik," kata dia beberapa waktu lalu.

Biasanya, kata dia para influencer dan mentor saham memanfaatkan grup-grup investasi seperti di Telegram dan WhatsApp, untuk menawarkan pembahasan analisa teknikal dan fundamental pasar, serta rekomendasi saham dan aset kripto.

Berdasar analisa teknikal inilah, investor ritel membeli saham untuk meraih cuan dari saham.

Baca juga: IPO, Saham NANO di Luar Dugaan Oversubscribed 46,39 Kali

Marcella Einsteins, Co-founder dan COO Cuanz memiliki pandangan yang sama.

“Setelah mendengarkan umpan balik dari para pengguna dan menganalisa jenis konten populer di platform, kami menyimpulkan banyak pengguna dan investor ritel yang lebih suka mengikuti stockpick atau daftar pantauan saham dari mentor atau influencer favorit mereka,” ungkap Marcella, Selasa (8/3/2022).

Baca juga: Kejar Cuan, Warren Buffett Berburu Saham Perusahaan Minyak Raksasa AS

Ini pula yang medasari aplikasi ini menghadirkan fitur Stock-peek yang memudahkan pengguna untuk bisa “mengintip” rekomendasi saham dari para mentor. 

“Fitur Stock-peek yang dapat secara otomatis memfilter topik saham dan investasi tertentu yang sedang dibahas oleh para mentor dan influencer, supaya investor bisa mengintip isi portofolio dan mengikuti pilihan investasi mereka secara lebih mudah dan praktis,” katanya.

Baca juga: OBG Siapkan Data untuk Mudahkan Investor Asing Bernvestasi di Indonesia 

Menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI), fitur ini  menampilkan sejumlah kode stok yang sedang hangat didiskusikan selama 14 hari terakhir di dalam setiap grup komunitas. 

Pengguna sekarang dapat dengan mudah mengkompilasikan kode stok yang sedang populer dari berbagai komunitas di dalam aplikasi Cuanz untuk mengambil keputusan investasi.

Ia menambahkan, platform ini juga sedang mengembangkan fitur-fitur baru untuk mempermudah pengguna aplikasi ini memahami tentang saham dan kripto.

 
 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved