Covid-19 Melandai, Permintaan Masyarakat Terhadap Kredit Perumahan Terus Meningkat

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melihat tren pertumbuhan KPR yang sudah terjadi di tahun 2021 masih berlanjut hingga ke awal tahun ini.

Editor: Hendra Gunawan
TRIBUN MANADO /ANDREAS RUAUW
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Setelah dihantam krisis akibat pandemi, bisnis properti kini sudah mulai menggeliat.

Efeknya pun cukup signifikan, penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) terus membaik hingga awal 2022 ini.

Sejumlah bank melihat permintaan KPR masih tumbuh meskipun kasus Covid-19 varian Omicron sempat memuncak yang membuat pemerintah kembali memberlakukan PPKM.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melihat tren pertumbuhan KPR yang sudah terjadi di tahun 2021 masih berlanjut hingga ke awal tahun ini.

Baca juga: Solusi Mencicil Rumah Berbunga Rendah, Anda Bisa Manfaatkan KPR BPJSTK

Penyaluran KPR bank ini dalam dua bulan pertama tetap naik walaupun agak tertekan di bulan Februari.

"Angkanya belum bisa kita rilis. Tetapi penyaluran KPR dalam dua bulan pertama bagus. PPKM kemarin memang sempat mengganggu, hanya saja itu tidak menghentikan minat masyarakat untuk membeli rumah, hanya tertunda saja karena masih butuh waktu untuk survei lokasi rumah yang diinginkan," kata EVP Consumer Loan BCA, Felicia M. Simon, Kamis (10/3).

Prospek pertumbuhan KPR BCA juga bisa dilihat hasil pameran BCA Expoversary 2022 yang tengah digelar perseroan saat ini. Pameran ini digelar secara hybrid dimana kegiatan online berlangsung selama periode 24 Februari-27 Maret dan kegiatan offline diadakan selama empat hari pada perioa 10-13 Maret di ICE, BSD.

Hanya dalam dua minggu pertama periode BCA Expoversary, bank ini sudah menerima pengajuan KPR sebanyak 3.500 aplikasi dengan nilai kredit mencapai sekitar Rp 5,9 triliun.

Mengingat masih ada sekitar dua minggu lagi sisa periode pameran ditambah dengan adanya pameran secara offline maka pengajuan aplikasi KPR bank ini masih berpotensi untuk meningkat besar.

Baca juga: Permintaan KPR/KPA Kelas Menengah Melonjak, Nobu Bank Gandeng Agung Sedayu Group

Namun, kemungkinan aplikasi tidak lulus tetap ada. Felicia bilang, potensi gagal ada karena terkadang ada nasabah yang bermasalah dari sisi BI checking dan juga karena adanya keinginan nasabah untuk membeli rumah yang lebih mahal tetapi tidak sesuai dengan kemampuan mencicilnya.

Tingginya pengajuan KPR selama Expoversary tersebut tak lepas dari strategi promo bunga yang dilakukan BCA. Perseroan saat ini menawrakan bunga KPR mulai 2,65% fixed 1 tahun.

PT Bank CIMB Niaga Tbk juga mencatatkan hal serupa. Bank ini telah melakukan pencaiaran KPR baru sebesar Rp 1,3 triliun selama dua bulan pertama tahun ini. Capaian itu membuat outstanding KPR perseroan meningkat sebesar Rp 250 miliar dari Rp 39,1 triliun pada akhir 2021.

Mortgage and Secured Loan Business Head CIMB Niaga Heintje Mogi mengatakan, penjualan KPR perseroan sudah tumbuh cukup baik pada bulan Januari tetapi sempat melambat di bulan Februari akibat peningkatan kasus Covid-19.

Baca juga: Suku Bunga KPR Bank OCBC NISP Tak Mengalami Perubahan, Tetap 8,25 Persen

"Kami perkirakan akan kembali membaik di bulan Maret ini," ujarnya.

Tahun ini, CIMB Niaga menargetkan penyaluran baru KPR bisa mencapai Rp 11 triliun. Untuk mencapai target, bank ini tiak fokus pada perhelatan pameran dengan mengandalkan promo bunga saja.

Heintje bilang, pihaknya lebih fokus menerapkan strategi tellermate artinya lebih fokus menjalin kolaborasi dengan developer untuk menciptakan program bersama sesuai dengan kebutuhan pasar.

"Kami akan fokus untuk melakukan bonding dengan pengembang. Nanti program antara satu developer bisa saja berbeda dengan pengembang lainnya,"pungkasnya. (Dina Mirayanti Hutauruk/Herlina Kartika Dewi)

Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved