Anak Buah Erick Thohir: Harusnya Orang-orang Kaya Malu Pakai Pertalite

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, harusnya masyarakat golongan menengah ke atas membeli BBM nonsubsidi untuk kendaraan-kendaraannya

Tribun-Medan.com/Anugrah Nasution
SPBU di Jalan Merbabu, Medan Kota, yang menjual Pertalite dengan harga Premium, dipadati kendaraan sepeda motor, becak dan mobil pribadi, Selasa (28/12/2021). (Tribun-Medan.com/Tribun-Medan.com/Anugrah Nasution) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan migas pelat merah yakni Pertamina, menegaskan bahwa Perseroan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Padahal, harga minyak mentah dunia terus melonjak akibat efek perang di Eropa antara Rusia-Ukraina.

Merespon hal tersebut, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, harusnya masyarakat golongan menengah ke atas membeli BBM nonsubsidi untuk kendaraan-kendaraannya.

Baca juga: Jaga Daya Beli, Keputusan Pemerintah Tahan Harga Pertalite Dinilai Tepat

Jenis BBM yang dimaksud contohnya seperti Pertamax, bukan Pertalite apalagi Premium.

Sebagai informasi, seiring melonjaknya harga minyak dunia, BBM jenis Pertalite tidak mengalami kenaikan. Gap harga jual dengan harga produksi Pertalite ditanggung pemerintah dalam bentuk kompensasi ke Pertamina.

"Harusnya orang-orang kaya malu pakai pertalite. Seharusnya memang yang namanya BBM untuk orang kaya dan mobil mewah itu jangan disubsidi," ujarnya di Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Menurutnya, adanya fenomena masyarakat golongan atas yang mengkonsumsi Pertalite dinilai sangatlah tidak adil.

Karena, BBM tersebut seharusnya dikonsumsi oleh masyarakat yang kelas ekonominya menengah dan menengah ke bawah.

"Harusnya (mereka membeli BBM tidak disubsidi) yang mengikuti harga pasar. Karena sangat tidak fair kalau BBM yang untuk mobil mewah itu dibebankan ke rakyat," jelasnya.

Baca juga: Kementerian ESDM: Konsumsi Pertalite Tembus 21 Juta Kilo Liter Dalam Setahun

"Memang jumlahnya tidak besar, tetapi kita dorong untuk memakai BBM yang tidak disubsidi dan BBM mengikuti harga pasar atau baik atau turun," pungkas Arya.

Pertamina sebelumnya telah mengutarakan bahwa pihaknya sangat mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dalam penetapan harga produk BBM.

Oleh sebab itu, harga Pertalite tidak dinaikkan guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Meski demikian, Pertamina tetap melakukan penyesuaian harga produk, namun secara selektif hanya untuk BBM nonsubsidi tertentu seperti Pertamax Series maupun Dex Series, yang porsi konsumsinya hanya sekitar 15 persen dari total konsumsi BBM nasional.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved