OJK: Kinerja Sektor Jasa Keuangan Makin Membaik dari Pasar Modal Sampai Perbankan

Indikator di pasar saham menunjukkan penguatan sampai dengan 22 April 2022, di mana IHSG naik 2,2 persen sejak awal April

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (3/1/2022). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, indikator perekonomian domestik terus menunjukkan pemulihan, sejalan penurunan jumlah kasus Covid-19 serta vaksinasi, dan pergerakan prokes yang terus berjalan menjelang mudik lebaran.  

Hal itu ditunjukkan oleh kinerja di sejumlah sektor keuangan seperti pasar modal, pasar surat berharga dan sektor perbankan dan asuransi.

Indikator di pasar saham menunjukkan penguatan sampai dengan 22 April 2022, di mana IHSG naik 2,2 persen sejak awal April, dan kembali mencatatkan all time high pada level 7.276,19 di 21 April. 

"Penguatan ini juga diikuti dengan net buy non residen (asing) di pasar saham dengan nilai mencapai Rp 14,73 triliun," ujar Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam siaran pers, Kamis (28/4/2022).

Baca juga: Ciri-ciri Investasi Ilegal yang Perlu Diwaspadai Menurut Satgas OJK

Sementara di pasar Surat Berharga Negara (SBN), non residen mencatatkan outflow sebesar Rp 5,74 triliun, sehingga turut mendorong peningkatan rerata yield 14,5 bps. 

Penghimpunan dana di pasar modal melalui penawaran umum saham, obligasi, dan sukuk hingga 26 April 2022 telah mencapai nilai Rp 85 triliun, dengan penambahan 20 emiten baru.

Baca juga: Prudential Syariah Resmi Beroperasi, Izin UUS Dikembalikan ke OJK

Hal ini dinilai OJK, menunjukkan optimisme investor domestik maupun global atas perekonomian domestik yang terus pulih. 

Di sektor perbankan, fungsi intermediasi perbankan pada Maret 2022 kembali mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan kredit sebesar 6,67 persen secara tahunan dan 1,75 persen secara bulanan, dengan seluruh kategori debitur mencatatkan kenaikan, terutama UMKM dan ritel. 

Baca juga: MSIG Kenalkan Cara Beli Polis Asuransi Berikut Proses Klaimnya Lewat Ponsel

Secara sektoral, mayoritas sektor utama mencatatkan kenaikan kredit secara bulanan, terutama perdagangan, manufaktur, dan rumah tangga masing-masing sebesar Rp 20,2 triliun, Rp 19,3 triliun, dan Rp 16,7 triliun. 

"Hal tersebut mencerminkan dukungan perbankan dalam pemulihan ekonomi nasional terus membaik," kata Anto.

Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan dinyatakan tumbuh sebesar 9,95 persen secara tahunan dan 1,32 persen secara bulanan, terutama didorong oleh giro yang tumbuh sebesar Rp 88,56 triliun. 

OJK juga terus mendorong terbentuknya tingkat suku bunga perbankan yang lebih efisien, di mana pada periode pemantauan tingkat suku bunga secara umum masih melanjutkan tren penurunan.

Rata-rata suku bunga kredit tertimbang dari Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), dan Kredit Konsumtif (KK) pada Maret 2022 tercatat sebesar 9,07 persen atau menurun dibanding periode sebelumnya, begitupun dengan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) yang menurun menjadi sebesar 7,38 persen.

Pada sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB), piutang perusahaan pembiayaan terpantau dalam tren meningkat, dengan nominal tercatat sebesar Rp 374 triliun pada Maret 2022. 

Hal itu terutama didorong oleh jenis pembiayaan modal kerja dan investasi, dengan mayoritas sektoral mengalami pertumbuhan positif.  

Anto menambahkan, premi asuransi umum juga sudah mulai tumbuh positif pada Maret 2022 sebesar 3,8 persen secara tahunan, setelah bulan sebelumnya terpantau kontraksi sebesar 3,5 persen. 

"Namun demikian, premi asuransi jiwa masih terkontraksi sebesar 14,1 persen secara tahunan," pungkasnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved