Cerita Pendiri Komunitas Jakmania Ikuti Tren Anak Muda: Jadi Driver ShopeeFood, Bikin Konten TikTok!

Irlan mengaku kecintaannya terhadap warna kebanggaan Persija adalah salah satu alasan mengapa ia memilih menjadi mitra driver ShopeeFood

Editor: Sanusi
ISTIMEWA
Profesi sebagai mitra driver ShopeeFood memberi Irlan inspirasi untuk menjadi kreator konten. 

TRIBUNNEWS.COM - Bagi sebagian orang, kesenjangan generasi dapat menjadi sebuah tantangan yang cukup rumit. Dihadapkan oleh perbedaan budaya dan kecakapan penguasaan teknologi, generation gap terkadang menimbulkan kendala dalam berbagai macam hal, mulai dari kehidupan sosial hingga masalah pekerjaan.

Namun, bukan berarti tidak ada cara untuk menipiskan jarak tersebut. Irlan, seorang pria berusia 47 tahun yang termasuk ke dalam Generasi X (1964-1980) telah sukses melampaui gap akibat perbedaan generasi dengan ide-ide dan aksi yang kreatif.

Baca juga: Kebersamaan Bulan Ramadan, 7.000 Driver ShopeeFood Se-Indonesia Hadiri BukBer Komunitas Jaket Oren

Alasan jadi driver ShopeeFood: ingin punya waktu lebih bareng keluarga

Saat ini, Irlan fokus menekuni profesi sebagai mitra driver ShopeeFood. Sebelumnya, Ia bekerja sebagai karyawan travel haji dan umroh selama 17 tahun. Sebagai seorang suami dan ayah dari 4 orang anak, ia berhenti dari pekerjaan tersebut agar dapat meluangkan lebih banyak waktu bersama keluarga.

Pria kelahiran tahun 1974 ini pun beralih ke menjadi mitra driver ShopeeFood dengan jam kerja yang jauh lebih fleksibel dan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Irlan juga memiliki usaha warung makan ayam penyet yang ia jalankan bersama sang istri.

Baca juga: Marko Simic Buka-bukaan, The Jakmania Bereaksi, Kecam Manajemen Persija dan Tuntut 3 Hal

Selain sibuk sebagai pekerjaannya sebagai driver ShopeeFood, sehari-harinya pria ini garang menyerukan suara mahasiswa dan lantang berteriak di tribun mendukung Persija Jakarta Sejak dua dekade silam. Meskipun sudah berkeluarga, Irlan masih tetap aktif sebagai anggota The Jakmania.

Kecintaan Irlan pada Macan Kemayoran memang tidak main-main. Dalam kunjungan Tribunnews untuk wawancara ke rumahnya di wilayah Pondok Cabe, Tangerang Selatan, bisa dilihat sefanatik apa pria ini pada Persija. Mulai dari tembok rumah, gorden, hingga pot tanaman semuanya dihiasi dengan warna oranye.

Irlan dan tiga anaknya merupakan fans setia Persija Jakarta
Irlan dan tiga anaknya merupakan fans setia Persija Jakarta. (ISTIMEWA)

Bahkan, ia mengaku bahwa kecintaannya terhadap warna kebanggaan Persija tersebut adalah salah satu alasan mengapa ia memilih bergabung menjadi mitra driver ShopeeFood.

“Itu juga salah satu alasan saya masuk ShopeeFood, karena warnanya oranye, hehehe. Selain itu sih ya karena mau punya waktu lebih sama keluarga, karena kerjanya kan fleksibel,” tuturnya.

Berkat waktu kerjanya yang lebih fleksibel, Irlan dapat membantu istrinya membeli kebutuhan warung dan mengantar anak-anaknya yang bersekolah cukup jauh dari tempat tinggalnya di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Karena pekerjaannya sebagai driver ShopeeFood tidak terikat waktu, Irlan juga dapat tetap aktif terlibat menjadi pengurus The Jakmania.

Baca juga: Cara Mudah Daftar Jadi Driver ShopeeFood dan Rincian Biaya Atribut Pengemudi ShopeeFood

Tips lampaui generation gap: ikuti tren dan manfaatkan medsos

Irlan, mantan Ketua Harian The Jakmania (2017-2020).
Irlan, mantan Ketua Harian The Jakmania (2017-2020). (ISTIMEWA)

Pemilik akun Instagram @irlan.alarancia ini juga dikenal sebagai mantan Ketua Harian The Jakmania periode 2017-2020. Sebagai pucuk pimpinan organisasi pada kala itu, Irlan pun terdorong untuk bisa lebih mendekatkan diri dengan para anggota Jakmania yang mayoritas berusia 15-25 tahun.

Menurut mantan aktivis 98 dari Kampus IAIN Jakarta (sekarang: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) tersebut, ada cara tersendiri agar old generation tidak tertinggal dan tetap bisa ‘nyambung’ dengan generasi muda yang lebih fasih dengan dunia digital.

"Tipsnya sering-sering ngobrol sama mereka, ngikutin sekarang di kalangan mereka lagi rame bahas apa sih? Kita ikutin bahasa obrolannya kaya 'ngab', 'chill', bahkan walaupun saya nggak main game, saya coba cari tahu istilah-istilahnya yang sering dipakai di FF (Free Fire)”, jelas Irlan.

Menurut pria keturunan Belanda ini, yang tak kalah penting adalah mempelajari ‘media sosialnya’ anak muda.

Baca juga: Statistik dan Profil Lengkap Thomas Doll Pelatih Baru Persija, Ketua Umum The Jakmania Bilang Begini

“Kemudian kita ikutin deh tuh hampir semua tren digital, termasuk medsos yang sering mereka pakai. Saya aktif menggunakan Instagram buat share info tentang Persija, saat ini followers saya mencapai 122 ribu. Sekarang, saya lagi mau mulai coba-coba main TikTok,” tambah Irlan.

Ternyata, profesinya sebagai driver ShopeeFood turut memberikan Irlan inspirasi konten untuk mulai mengembangkan akun TikTok. Pria yang akrab disapa “Abi” ini mengatakan bahwa ia sering menemukan tempat-tempat kuliner enak dengan harga merakyat, namun belum diketahui banyak orang.

“Sekarang kan banyak nih yang cari kuliner di TikTok. Sebagai driver ShopeeFood yang sering bolak balik tempat makan dan juga sering ke luar kota buat nonton Persija, saya juga jadi kepikiran bikin konten rekomendasi kuliner di TikTok. Siapa tahu bisa kasih rekomendasi buat orang lain juga nih,” tutup Irlan.

Dari cerita Irlan, terbukti bahwa old generation pun bisa beradaptasi dan menciptakan peluang bagi dirinya sendiri dengan melampaui kesenjangan generasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Beradaptasi dengan zaman dan perkembangan teknologi memungkinkan siapapun untuk jadi lebih kreatif, tidak kudet, dan pastinya tidak gaptek!    

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved