Jumat, 22 Mei 2026

Rentan Perubahan Iklim, Indonesia Dinilai Perlu Transisi Energi

Di Indonesia, sebanyak 106 penggerak industri menyatakan berencana mencapai target Nol Emisi dalam waktu lima tahun ke depan.

Tayang:
Penulis: Reynas Abdila
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Imbauan terhadap terjadinya perubahan iklim - Rentan Perubahan Iklim, Indonesia Dinilai Perlu Transisi Energi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Country Holding Officer, ABB Indonesia Gerard Chan menilai Indonesia sebagai negara yang rentan terhadap perubahan iklim, perlu melakukan transisi energi.

“Diawali dengan fokus terhadap upaya efisiensi energi yang memungkinkan terwujudnya dekarbonisasi bagi sektor lainnya secara lebih efektif dan efisien,” kata Gerard dalam keterangannya, Kamis (2/6/2022).

Di Indonesia, sebanyak 106 penggerak industri menyatakan berencana mencapai target Nol Emisi dalam waktu lima tahun ke depan.

Baca juga: Walhi Dorong DPR dan Pemerintah Garap UU Perubahan Iklim

Berdasarkan ABB Energy Efficiency Investment Survey 2022 sebanyak 75 persen responden memilih komitmen keberlanjutan sebagai alasan utama yang mendorong investasi efisiensi energi, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan skoring tertinggi dalam aspek ini secara global. 

Sementara itu, faktor biaya merupakan hambatan utama upaya peningkatan efisiensi energi, diikuti oleh downtime atau penghentian proses operasi serta kurangnya keterampilan digital tenaga kerja.

Country Holding Officer, ABB Indonesia Gerard Chan.
Country Holding Officer, ABB Indonesia Gerard Chan. (ist)

“Kesimpulan lainnya dari hasil survei di Indonesia sebanyak 59 persen responden menyatakan telah mendapatkan informasi dan dukungan yang memadai dari pemerintah,” tuturnya.

Dia menjelaskan lebih dari sepertiga atau 36 persen responden berencana melakukan investasi untuk meningkatan efisiensi energi di tahun ini.

“Pemerintah Indonesia menunjukkan tingkat komitmen keberlanjutan yang tinggi melalui pendekatan terintegrasi dalam mewujudkan target SDG dan proses transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon,” urai Gerard.

Baca juga: Bamsoet: Beradaptasi dengan Perubahan Iklim untuk Mengantisipasi Ekses

Vice President, Head of Business Area, Motion ABB Indonesia Chen Kang Tan menambahkan, penerapan peta jalan Industry 4.0 memperkuat proses transisi tersebut dan mendorong Indonesia untuk maju dan bertumbuh.

“Di saat yang bersamaan, upaya ini juga turut menyeimbangkan komitmen keberlanjutan serta pertumbuhan ekonomi. Hal ini merupakan sesuatu yang patut dibanggakan oleh masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved