Masuki Usia Satu Abad, Kertas Padalarang Kini Jadi Produsen Utama High Security Paper

Perusahaan pabrik kertas pertama di Indonesia, PT Kertas Padalarang kini memasuki usia 100 tahun atau 1 abad.

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Sanusi
HO
Perusahaan pabrik kertas pertama di Indonesia, PT Kertas Padalarang kini memasuki usia 100 tahun atau 1 abad. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan pabrik kertas pertama di Indonesia, PT Kertas Padalarang kini memasuki usia 100 tahun atau 1 abad.

Tepat pada tanggal 22 Mei 1922, Perusahaan ini didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda di daerah Padalarang, Jawa Barat karena lokasinya yang strategis dekat dengan sumber mata air yang berasal dari Kaki Gunung Burangrang mengingat pembuatan kertas membutuhkan air dengan debit yang konstan agar proses produksinya berjalan dengan lancar.

Yazi Deswan, Direktur Utama PT Kertas Padalarang mengatakan, perusahaan ini didirikan bertujuan untuk memproduksi kertas sekuriti atas permintaan pemerintah Belanda saat itu sebagai bahan baku dalam membuat dokumen penting Negara seperti kertas pita cukai, buku tanah, ijazah, kartu pos, wesel, KTP, Kartu Keluarga, Akta Lahir, SKCK, Giro Bilyet, CBS-I dan lainnya.

Baca juga: Viral Mahasiswa Kritik Pungli saat Wisuda, Perlihatkan Tulisan di Kertas, Ini Tanggapan Pihak Kampus

"Perusahaan ini memiliki peran vital dalam membuat kertas sekuriti adalah untuk menghindarkan dokumen-dokumen berharga tersebut dari pemalsuan dengan memberikan fitur pengaman berupa tanda air (watermark) dan serat-serat khusus serta pengaman kimia lainnya pada kertas yang diproduksi," ujarnya dalam keterangan pers tertulis, Jumat (3/6/2022).

Yazi Deswan menjelaskan, dalam setahun, pabrik yang dulunya bernama NV. Papier Fabriek Padalarang ini dapat memproduksi 4.000 ton kertas untuk kebutuhan pelanggannya pada sejumlah instansi. Kapasitas produksi sebesar itu menjadikan PT Kertas Padalarang menjadi pabrik kertas terbesar di Indonesia pada masanya.

Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, Ajinomoto Ganti Kemasan Plastik Jadi Kertas

Merespon disrupsi digital saat ini, perusahaan mengambil strategi memperluas bisnis mulai ditempuh tidak hanya melayani kebutuhan pemerintah saja akan tetapi juga melayani permintaan pelanggan dari perusahaan swasta dari berbagai sektor.

Supply Chain Peruri

Yazi Deswan menambahkan, guna memperkuat dan memberikan jaminan pasokan bahan baku kertas sekuriti Peruri dalam memproduksi produk pita cukai, meterai dan dokumen pertanahan, pada 2011 Peruri mengakuisisi PT Kertas Padalarang dengan kepemilikan saham sampai per hari ini mencapai 93,23 persen.

Pemilik saham lainnnya adalahPT Pengelola Investama Mandiri (PIM) dengan porsi 6,77 persen. Keuntungan proses akusisi tersebut sangat dirasakan oleh Peruri yaitu mensubtitusi produk kertas impor sehingga proses mendapatkan bahan baku kertas menjadi lebih singkat, pemesanan dengan jumlah kuantiti yang lebih fleksibel sehingga memberikan efisiensi dari segi waktu dan biaya.

Yazi menambahkan, sebagai Peruri Security Papermill, pihaknya berkomitmen mendukung Peruri meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) berbahan baku lokal dalam produksi kertas pita cukai dan meterai tempel. Padahal, sebelum 2020, Peruri masih mengimpor bahan baku kertas. Saat ini kualitas kertas sekuriti produksi PT Kertas Padalarang sejajar dan dengan produk-produk security printing kelas dunia lainnya.

Menurutnya, iovasi, kolaborasi dan adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi kunci bagi perusahaannya dalam bertransformasi menjadi perusahaan penyedia high security paper terkemuka.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved