Akademisi Beberkan Langkah Strategis Perkuat Ekonomi RI

Menurutnya, hampir seluruh negara di dunia menghadapi ancaman inflasi sebagai imbas dari pandemi Covid-19 ditambah dengan perang Rusia vs Ukraina.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hendra Gunawan
istimewa
Webinar Economic and Social Development for a Resilent Indonesia, dikutip Senin (6/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Chairman Grup Jababeka sekaligus Rektor President University (PresUniv) Prof. Dr. Chairy menilai dunia sedang menghadapi masalah besar secara bersamaan.

Menurutnya, hampir seluruh negara di dunia menghadapi ancaman inflasi sebagai imbas dari pandemi Covid-19 ditambah dengan perang Rusia vs Ukraina.

"Dua masalah tersebut memiliki kerumitan sendiri, saling tumpang tindih, sehingga membuat dunia dalam beberapa tahun ke depan akan menghadapi tantangan yang serius," beber Chairy dalam webinar Economic and Social Development for a Resilent Indonesia, dikutip Senin (6/5/2022).

Menurutnya, ada beberapa langkah strategis yang harus dipersiapkan untuk memperkuat ekonomi Republik Indonesia.

Baca juga: Produk Obat Batuk Herbal Modern Asli Indonesia Masuk ke Pasar Amerika Serikat

Chairy mengatakan pemerintah Indonesia perlu untuk memperoleh dana, termasuk devisa, guna pembiayaan pembangunan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah, kata Chairy, perlu terus mendorong ekspor.

"Hanya yang diekspor bukan lagi barang mentah, tetapi produk olahan atau barang jadi, yang nilai tambahnya lebih tinggi," urainya.

Dengan cara seperti ini, pemerintah dapat sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan-kegiatan ekonomi yang bersifat inovatif dan kreatif, sehingga membuat perekonomian Indonesia menjadi lebih sustainable.

Untuk itu, tim dosen PresUniv mengusulkan agar pemerintah menurunkan tarif pajak bagi perusahaan-perusahaan rintisan (startup companies), baik itu berupa PPN atau PPh.

"Ini agar generasi milenial dan generasi Z tertarik memulai bisnis baru, terutama bisnis-bisnis yang berbasis inovasi dan kreativitas," kata Chairy.

Baca juga: UMKM Produk Halal Makin Bergairah di Yogyakarta

Selain itu, pihaknya mengusulkan agar pemerintah bisa mengalokasikan kredit dengan suku bunga rendah bagi perusahaan-perusahaan rintisan, termasuk yang rintisannya berangkat dari universitas.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved