Pengamat: Pemerintah Harus Adil, Saat Harga Minyak Dunia Alami Penurunan Harga BBM Juga Harus Turun

Masyarakat juga sebagai konsumen harus ada edukasi. Harga BBM bisa naik turun sesuai harga minyak dunia sebagai variabel utama

Kompas.com
SPBU Pertamina. Pengamat: Pemerintah Harus Adil, Saat Harga Minyak Dunia Alami Penurunan Harga BBM Juga Harus Turun 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengatakan, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite hanya sekira 12 persen. 

Karena itu, jika pemerintah menaikkan harga BBM dengan research octane number (RON) 92 tersebut, maka tidak berpengaruh signifikan terhadap inflasi. 

Namun masalahnya, dampak psikologis dari kenaikan harga bisa lebih buruk dari sekadar hitungan matematis, karena pemahaman yang kurang terkait harga BBM tergantung pergerakan minyak dunia.

Baca juga: Pertamina Apresiasi Dukungan Pemerintah Tambah Subsidi BBM & LPG dan Kompensasi BBM

"Benar sekali dampak psikologis, banyak masyarakat termasuk mahasiswa tidak paham faktor kenaikan harga BBM. Kalau ada demo jangan naikkan harga Pertamax, saya kira kurang tepat karena mestinya diserahkan ke mekanisme pasar," ujarnya melalui sambungan telepon kepada Tribunnews.com, ditulis Selasa (7/6/2022). 

Lebih lanjut, menurutnya pemerintah juga harus adil yakni saat harga minyak dunia mengalami penurunan, harga BBM juga harus diturunkan. 

"Masyarakat juga sebagai konsumen harus ada edukasi. Harga BBM bisa naik turun sesuai harga minyak dunia sebagai variabel utama," kata Fahmy.

Baca juga: Soal Mobil Mewah Dilarang Beli Pertalite, DPR: Harusnya Kaum Mampu Malu Beli BBM Subsidi

Dia menambahkan, untuk menekan efek psikologis tersebut, pemerintah maupun Pertamina perlu komunikasi publik yang baik. 

"Dengan demikian, masyarakat khususnya konsumen Pertamax juga terbiasa dengan naik turun harga. Bahkan di luar negeri yakni Amerika Serikat dan Australia setiap hari harganya berubah-ubah, itu hal biasa karena rakyatnya sudah paham harga ditentukan mekanisme pasar," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved