Pemerintah Lirik Sorgum, Sagu dan Moka untuk Gantikan Bahan Baku Gandum

Harga berbagai bahan baku untuk kebutuhan industri, seperti gandum untuk makan dan minuman mengalami kelangkaan usai terjadi inflasi

Penulis: Lita Febriani
dok. Kementan
Tanaman Sorgum. Pemerintah lirik sorgum, sagu dan moka untuk gantikan bahan baku gandum 

Laporan Wartawan Tribunnews, Lita Febriani 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga berbagai bahan baku untuk kebutuhan industri, seperti gandum untuk makan dan minuman mengalami kelangkaan usai terjadi inflasi di berbagai negara.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, menyampaikan pada Triwulan pertama ke Triwulan kedua terjadi peningkatan pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin), meskipun masih di bawah pertumbuhan PDB non-migas dan PDB nasional.

"Kita menyikapi bahan baku yang dari waktu ke waktu terus meningkat harganya dan juga masalah logistik atau transportasi. Kami bersama GAPMMI akan melihat potensi dalam negeri yang kaitannya dengan naiknya harga gandum, kita nanti akan memiliki potensi untuk menggunakan moka. Itu mix-nya bisa didorong. Demikian juga sumber karbohidrat lain yang kita punya baik itu sorgum, sagu dan lain-lain ini bisa mulai didorong untuk pangan," tutur Putu saat ditemui di Pameran Makanan dan Minuman di Plaza Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Baca juga: KSP Moeldoko Ajak Pakar Kembangkan Budidaya Sorgum

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman, mengatakan industri ingin tumbuh lebih cepat dalam proses pemulihan ekonomi nasional.

"Kita tahu bahwa pertumbuhan mamin masih di bawah pertumbuhan ekonomi, harusnya kalau normal pertumbuhan makanan dan minuman ini di atas pertumbuhan ekonomi. Ini yang kita kejar," jelasnya.

Adhi menambahkan, masalah di industri makanan dan minuman ialah bahan baku yang harus impor, harga logistik yang saat ini naik dan lain sebagainya.

GAPMMI bersama anggota akan mulai melirik berbagai potensi lokal agar tercipta substitusi impor, sehingga harga produk makanan dan minuman akan tetap terjaga.

"Dengan kenaikan gandum yang luar biasa, terigu saya lihat eceran bisa di atas Rp 13.000 - Rp 14.000. Tentunya ini waktunya menggali potensi lokal seperti sagu, moka, sorgum. Di pameran tadi juga ada beberapa tepung-tepungan yang bisa kita eksplor lagi. Mudah-mudahan ini bisa menambah kekuatan, efisiensi dan subtitusi bahan baku impor, itu yang paling penting," jelasnya.

Baca juga: Kementan – TNI AU Kembangkan Sorgum dan Jagung di Area Bandara El Tari Kupang

GAPMMI meminta dukungan pemerintah agar industri makanan dan minuman dapat tumbuh sesuai harapan hingga akhir tahun.

"Kita berharap dukungan pemerintah ini bisa berkelanjutan, sehingga industri mamin bisa tumbuh lagi lebih menuju normal. Mudah-mudahan sampai akhir tahun kita bisa 5 persen. Mudah-mudahan dengan kolaborasi semua pihak saya yakin bisa dicapai," terang Adhi.
 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved