HIMKI Ajak Pengusaha Furnitur Manfaatkan Teknologi

Di tahun 2022 Januari-Maret ini secara kumulatif ekspor furnitur naik 15,87 persen.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
dok.
Konferensi pers penyelenggaraan pameran IFMAC 2022 pada 21 – 24 September 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri furnitur Indonesia terbukti cukup tangguh menghadapi dampak pandemi karena tetap tumbuh di masa pandemi Bahkan, pertumbuhan bisnis furnitur di tahun 2021 menjadi yang tertinggi selama 10 tahun terakhir.

Pertumbuhan tersebut bisa lebih tinggi lagi jika ketersediaan kontainer tidak mengalami kendala di pelabuhan dan ketersediaan space cargo kapal selama pandemi dapat teratasi.

Di tahun 2022 Januari-Maret ini secara kumulatif ekspor furnitur naik 15,87 persen. Dibanding periode sama di 2021 pertumbuhannya sedikit mengecil.

Untuk menggenjot bisnis ini, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendorong industri furnitur memanfaatkan teknologi. Ketua Presidium HIMKI Abdul Sobur mengatakan, pemanfaatan teknologi dalam industri furnitur menjadi solusi agar unggul dalam persaingan dengan produk furnitur negara lain.

"Penggunaan teknologi yang memadai tidak hanya dapat meningkatkan kapasitas produksi dari industri dalam negeri, tapi juga meningkatkan efisiensi biaya produksi," kata Abdul Subur di sela-sela temu media pameran industri furnitur IFMAC di Jakarta, 

Untuk mendorong bisnis furnitur, PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI) akan menggelar pameran International Furniture Manufacturing Components (IFMAC 2022) di JIExpo Kemayoran pada 21 – 24 September 2022.

Secara bersamaan juga akan digelar pameran yang menghadirkan mesin-mesin pengolahan kayu WOODMAC 2022.

Baca juga: Garap Pasar Furnitur, IUIGA Siapkan Jasa Desain Interior

Di pameran ini ditampilkan teknologi pembuatan furnitur seperti mesin-mesin CNC terbaru, solusi software CAD/CAM untuk industri pembuatan furniture manufacturing dan woodworking 4.0.

Ada juga mesin primer dan sekunder untuk pengolahan kayu, mesin potong, mesin basic, mesin penghalus dan demo oleh peserta pameran.

"Penyelenggaran IFMAC & WOODMAC tahun ini menjadi momen yang dinanti-nanti oleh para pelaku industri untuk memenuhi kebutuhan mereka,” ujar Sofianto Widjaja, General Manager WAKENI.

Baca juga: Tren WFH, CLP Rambah Bisnis Kustomisasi Desain Furnitur

Kerjasama WAKENI dengan Deutsche Messe, yang merupakan penyelenggara pameran permesinan kayu terbesar di dunia dan LIGNA akan menarik lebih banyak perusahaan Eropa dan global lainnya untuk menggarap pasar Indonesia melalui iFMAC.

Negara peserta antara lain Austria, Australia, Cina, Finlandia, Indonesia, Italia, Malaysia, Thailand, Turki, Amerika Serikat, Singapura, dan Jerman.

Baca juga: Integra Group Ekspansi Showroom Furnitur Berarsitektur Unik di Jakarta

Beberapa perusahaan besar yang telah memberikan kepastian tampil antara lain PT Felder Group Ind, Raute Group Asia, PT Dainasint, PT Bahtera Sukses Abadi, PT Propan Raya, Qualitech Indopiranti, Ekamant Indonesia, Eu Nian Precision Technology Sdn Bhd, Cabinet Vision South East Asia, Global Timber Asia, Furnisoft Pte Ltd, Jowat SE'.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved