Singapura Tegaskan Tidak Akan Berikan Subsidi Untuk Turunkan Harga BBM
Singapura tidak akan memberikan bantuan ataupun suntikan dana untuk menekan lonjakan harga bahan bakar
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Namira Yunia Lestanti
TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA – Ditengah melonjaknya harga minyak dan gas di pasar global, umumnya para pemerintah pusat memberikan pemangkasan bea untuk menurunkan harga energi yang dipatok di negaranya.
Namun hal tersebut tampaknya tak berlaku bagi Singapura.
Ini terjadi setelah Menteri Negara Perdagangan dan Industri Singapura Low Yen Ling, menegaskan bahwa negaranya sementara waktu ini tidak akan memberikan bantuan ataupun suntikan dana untuk menekan lonjakan harga bahan bakar yang dipatok di negaranya, Selasa (5/7/2022).
Baca juga: Covid-19 Kembali Meledak di Singapura, Kasus Harian Tembus 12.000, Apa Tanggapan Menkes?
Langkah ini diambil pemerintah Singapura, demi mengontrol pengeluaran stok minyak yang ada stasiun bahan bakar di seluruh negaranya. Dengan begitu pasokan energi di Singapura dapat terhindar dari ancaman distorsi pasar.
“Mengatur atau membatasi harga pompa bensin atau solar akan mendistorsi pasar dan bermanfaat bagi pemilik mobil, terutama mereka yang mengonsumsi lebih banyak, yang mungkin termasuk lebih banyak pengguna kaya. Cara ini tentunya dapat mengurangi insentif warga Singapura untuk beralih ke transportasi yang lebih hemat energi,“ jelas Yen Ling.
Baca juga: Mengenal Flu Singapura: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, hingga Apakah Berbahaya bagi Anak?
Dilansir dari Straits Times, pada perdagangan Selasa (5/6/2022) harga bensin yang dipatok dalam kelas oktan 95 atau Pertamax Plus di pasar Singapura dijual dengan kisaran harga 3,31 dolar AS per liter hingga 3,35 dolar AS per liter.
Harga ini melonjak drastis apabila dibandingkan dengan harga minyak bulan Maret lalu, tepatnya sebelum Rusia menginvasi Ukraina.
Dimana saat itu BBM hanya dibanderol dibawah 3 dolar AS. Namun setelah stok di pasar global mengalami krisis, membuat harga energi di sejumlah negara ikut terkerek naik, tak terkecuali Singapura.
Meski tak memberikan pemangkasan bea untuk menurunkan harga impor BBM di negaranya, namun pemerintah Singapura diketahui tengah menggagas anggaran subsidi untuk membantu warga negaranya yang bermata pencaharian sebagai pengemudi.
Rencananya Wakil Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong akan menggelontorkan bantuan sebesar 150 dolar AS pada bulan Agustus mendatang.
Tak hanya itu pihaknya juga berencana untuk membagikan 300 dolar AS pada para pengemudi ekspedisi pengiriman yang tergabung dalam National Delivery Champions serta supir bus kombi dan limusin yang masuk dalam organisasi National Private Hire Vehicles Association.
Dengan cara ini pemerintah berharap agar kegiatan transaportasi di negaranya dapat beroperasi meski Singapura dilanda lonjakan harga BBM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/harga-minyak-dunia_20141120_085807.jpg)