Tinjau Ketersediaan BBM di Riau, BPH Migas Pastikan Stok Aman

Komite memastikan tidak ada kendala untuk distribusi serta melakukan pengawasan terhadap adanya indikasi penyalahgunaan BBM subsidi di beberapa SPBU.

Editor: Content Writer
Istimewa
Komite BPH Migas Abdul Halim dan Yapit Sapta Putra melakukan tinjauan lapangan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pekanbaru, Riau (12/7/2022). 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dipimpin oleh Komite BPH Migas Abdul Halim dan Yapit Sapta Putra melakukan tinjauan lapangan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pekanbaru, Riau (12/7/2022).

Komite memastikan tidak ada kendala untuk distribusi serta melakukan pengawasan terhadap adanya indikasi penyalahgunaan BBM subsidi di beberapa SPBU.

“Kami mendapatkan informasi bahwa ada beberapa SPBU yang melakukan kecurangan terhadap BBM subsidi. Tim Pengawasan BPH Migas bersama dengan Tim Pertamina Patra Niaga langsung melakukan cek lapangan terhadap indikasi ke beberapa SPBU tersebut, dan kami tidak menemukan penyelewengan terhadap pendistribusion BBM Subsidi, selain itu stok BBM juga aman”jelas Komite BPH Migas, Abdul Halim.

Komite Yapit Sapta Putra menambahkan walau tidak ditemukan indikasi penyelewengan , BPH Migas tetap memberikan masukan dan saran yang ditujukan kepada para pengawas di SPBU tersebut guna meningkatkan pengamanan dan mitigasi jika terjadi tindakan kecurangan BBM subsidi oleh oknum-oknum tertentu.

“Operator dan pengawas SPBU merupakan garda terdepan untuk mencegah terjadinya penyelewengan distribusi BBM Subsidi, masyarakat saat Ini juga bisa berperan aktif apabila melihat indikasi kecurangan, bisa chat di helpdesk BPH Migas di nomor 0812-3000-136,” ujar Yapit

Selain melakukan pengawasan lapangan, Komite BPH Migas juga mendampingi kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI ke Kilang Pertamina RU II Dumai.

Sebagai informasi realisasi Bio Solar B30 regional Sumbagut hingga Juni 2022 sebesar 8.445 KL/hari dimana penjualan memiliki kenaikan 108 persen dibandingkan tahun 2021 yang memiliki realisasi sebesar 7.882 KL/hari. Sedangkan untuk realisasi Pertalite hingga Juni 2022 sebesar 11.621 KL/hari dengan kenaikan penjualan sebesar 128 % dibandingkan dengan tahun 2021, yaitu 9082 KL/hari. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved