Fenomena Citayam

Menparekraf Sandiaga Uno: Citayam Fashion Week Jangan Ganggu Ketertiban Lalu Lintas

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meminta agar adanya Citayam Fashion Week (CFW) tidak mengganggu ketertiban lalu lintas

Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno di Kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meminta agar adanya Citayam Fashion Week (CFW) tidak mengganggu ketertiban lalu lintas di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Sandiaga mengapresiasi adanya CFW, fenomena anak-anak muda dari daerah sekitar Jakarta seperti Bojong Gede, Depok, Bekasi, Tangerang dan Citayam datang dan berkumpul di Dukuh Atas, Jakarta. Mereka juga melakukan catwalk atau peragaan busana di jalanan. 

"Melahirkan fenomena bukan Paris atau New York Fashion Week, tapi Citayam Fashion Week. Ini demokratisasi sektor fesyen bukan hanya milik dari para desainer-desainer papan atas tapi juga oleh milenial dan generasi z," ujar Sandiaga saat Weekly Press Briefing di Kantor Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2022).

Baca juga: Baim Wong Daftarkan Citayam Fashion Week, Konsultan HAKI : Aneh, Mendaftarkan yang Bukan Miliknya

Menurut Sandiaga, hadirnya CFW berdampak terhadap sektor lain, seperti Usaha Mikro Kecil Dan Menengah hingga para content creator. Secara umum CFW berdampak positif terhadap perekonomian. Hanya saja, Sandiaga menyoroti keramaian hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.

"Hari Sabtu lalu saya macet. Super macet. Saat harus melintasi Dukuh Atas tidak bergerak dan ini menunjukkan ini sudah sangat viral tapi tidak dibarengi dengan penataan lalu lintas jadi masih banyak motor-motor parkir di jalanan dan akhirnya jalanan menyempit," tutur Sandiaga.

Sandiaga meminta, walau berdampak positif terhadap perekonomian tapi adanya CFW jangan sampai mengganggu ketertiban lalu lintas. Ia mencontohkan, misalnya bisa disediakan ruang-ruang lain agar tidak menumpuk di satu ruang publik.

Fenomena Citayam Fashion Week yang berada di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat tengah jadi sorotan. Kepolisian menyarankan acara ini digelar saat car free day (CFD). 

Hal ini lantaran pengunjung yang datang menggunakan motor atau mobil kerap kali parkir sembarangan di sekitar area tersebut. Kondisi ini menyebabkan kemacetan yang mengular hingga jalan Jenderal Sudirman, terutama pada akhir pekan.

Citayam Fashion Week Viral

Para remaja SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok) dengan Citayam Fashion Week-nya di Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta Pusat, saat ini menjadi magnet.

Baca juga: Konsultan HAKI Soroti Baim Wong yang Daftarkan Citayam Fashion Week ke PDKI: Kurang Etis

Bukan hanya jadi sorotan, mereka juga diikuti banyak orang.

Itu tak lepas dari kepercayaan diri mereka dalam berekspresi. Terutama dalam urusan fashion.

Mereka tak sungkan mengenakan busana warna-warni dengan aksesoris yang tak biasa, sehingga terkesan eksentrik.

Namun, fakta itulah yang kemudian membuat sejumlah selebritis dan pejabat ikut nimbrung di catwalk "Citayam Fashion Week.

Tak sedikit yang tertarik melakukan yang dilakukan para remaja SCBD.

Baca juga: Citayam Fashion Week Berpotensi Dikuasai Kalangan Atas, ABG SCBD Akan Tersingkir

Citayam Fashion Week adalah semacam parade fashion ala-ala sejumlah remaja dari sekitaran Jakarta mengenakan pakaian unik dan nongkrong di seputaran Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Mereka yang mempopulerkan Citayam Fashion Week adalah sejumlah kelompok remaja Sudirman-Citayam-Bojong-Depok SCBD bergaya nyentrik yang kerap nongkrong di kawasan Dukuh Atas dan di kawasan Sudirman, Jakarta.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved