APPSI Minta Pemerintah Segera Mengatasi Persoalan Harga Minyak Goreng yang Belum Sesuai HET

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) diminta segera mengatasi persoalan harga minyak goreng curah

istimewa
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPP APPSI) Sudaryono. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) diminta segera mengatasi persoalan harga minyak goreng curah di beberapa wilayah yang belum sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPP APPSI) Sudaryono.

Harga minyak goreng di luar pulau Jawa, Bali dan Sumatera diketahui belum sesuai dengan HET. Adapun HET untuk minyak goreng curah sebesar Rp 14.000/liter atau Rp 15.500/kg.

Baca juga: Maksimalkan Produksi, PTPN Group Distribusikan 40 Ribu Ton Lebih Minyak Goreng

"Pemerintah dalam hal ini Kemendag yang dikomandoi Pak Zulhas (Zulkifli Hasan) harus segera bertindak," kata Sudaryono kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/7/2022).

Dikatakan Sudaryono, hal tersebut harus segera dilakukan pemerintah. Mengingat minyak goreng merupakan kebutuhan utama masyarakat. Selagi harga minyak goreng masih tinggi, maka masyarakat akan terbebani di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Memang harus dicarikan jalan keluar yang baik. Supaya masyarakat tidak terlalu terbebani dengan harga kebutuhan yang masih tinggi," ujar Sudaryono.

Adapun harga minyak goreng di Maluku dan Papua tembus Rp 23.000 per liter. Nah, situasi yang seperti ini harus segera dicarikan jalan keluarnya agar tidak membebani masyarakat.

"Semoga pedagang pasar dan masyarakat baik yang di Maluku atau di Papua bisa dengan cepat merasakan minyak goreng murah sesuai harga eceran tertinggi (HET)," tutur Sudaryono.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, Kemendag akan bekerja sama dengan PT Pelni (Persero) untuk mengirim pasokan minyak goreng ke Papua dan Maluku.

Baca juga: Minyak Goreng Kemasan JARR Harga Terjangkau Bakal Beredar di  2023

"Di sana masih mahal (harga minyak goreng), Rp 23 ribu (per liter) di Papua dan Maluku. Karena memang tidak ada minyak curah di sana, susah kan," katanya beberapa waktu lalu.

Meski begitu, Zulkifli mengaku sudah berhasil mengendalikan harga minyak goreng di beberapa wilayah lainnya, besaran harganya berada di kisaran Rp 14 ribu per liter.

"Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, sebagian besar harga Rp14 ribu, bahkan di bawah Rp14 ribu per liter. Ini sudah berhasil," ujar Mendag.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved