Di Tengah Krisis Energi, AS Jadi Pengekspor Gas LNG Terlaris Selama Kuartal I Tahun 2022

Lonjakan ekspor gas terjadi setelah dunia dibayangi krisis energi akibat adanya pemangkasan ekspor gas yang dilakukan Rusia pada Eropa.

NIKOLAY DOYCHINOV / AFP
Ilustrasi: Pasokan gas dari Gazprom ke Uni Eropa makin seret, mendorong Amerika Serikat untuk meningkatkan penjualan liquified natural gas (LNG) atau gas alam cair hingga membuat negara paman Sam ini menjadi pengekspor gas alam cair teratas sepanjang kuartal pertama tahun 2022. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Krisis energi imbas memanasnya perang Rusia dan Ukraina, telah mendorong Amerika Serikat untuk meningkatkan penjualan liquified natural gas (LNG) atau gas alam cair hingga membuat negara paman Sam ini menjadi pengekspor gas alam cair teratas sepanjang kuartal pertama tahun 2022.

Lonjakan ekspor gas terjadi setelah dunia dibayangi krisis energi akibat adanya pemangkasan ekspor gas yang dilakukan Rusia pada Eropa.

Imbas dari pemangkasan tersebut kini Uni Eropa dilanda krisis pasokan energi.

Baca juga: Dukung Transisi Energi, Smart PV Panel Surya Mulai Diperkenalkan ke Publik

Kesempatan inilah yang kemudian dimanfaatkan AS untuk menjajakan produk LNG buatanya, tercatat selama lima bulan terakhir AS telah mengekspor 71 persen pasokan LNG untuk Uni Eropa dan Inggris.

Angka ini meningkat jauh apabila dibandingkan dengan total ekspor pada kuartal kedua tahun 2021.

Alasan tersebutlah yang membuat ekspor gas AS mengalami peningkatan pesat pada paruh pertama tahun ini.

Menurut data Statistik Gas Alam CEDIGAZ dari Administrasi Informasi Energi (EIA), ekspor gas LNG AS naik 12 persen menjadi rata-rata 11,2 miliar kubik per hari.

Jumlah ini diperkirakan terus naik, hingga mencapai 11,4 miliar kubik per hari pada akhir Juli dan 13,9 miliar kubik per hari pada awal Oktober hingga akhir tahun 2022 nanti.

Peningkatan terjadi seiring dengan adanya upaya Uni Eropa yang saat ini tengah menghentikan ketergantungannya pada energi Rusia.

Meski permintaan gas LNG kini tengah menghadapi peningkatan, namun mengutip dari Reuters AS menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menambah kapasitas kilang gas baru hingga tahun 2024 mendatang.

Baca juga: Rusia Pangkas Pasokan, Uni Eropa Berupaya Cari Pasokan Gas Tambahan dari Nigeria

Sebagai gantinya AS akan meningkatkan perbaikan pada kapasitas kilang Sabine Pass Cheniere Energy (LNG.A), Calcasieu Pass Venture Global, dan Corpus Christi.

Dengan begitu AS dapat mengoptimalkan ekspor gas LNG pada Uni Eropa sebelum musim dingin berlangsung.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved