Cegah Praktik Pemalsuan Air Kemasan Galon, BPKN Minta Tata Kelola Distribusi Segera Dibenahi

Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendorong adanya pembenahan tata kelola distribusi air minum dalam kemasan galon.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Ilustrasi komplotan pemalsu Aqua galon. Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendorong adanya pembenahan tata kelola distribusi air minum dalam kemasan galon. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendorong adanya pembenahan tata kelola distribusi air minum dalam kemasan galon.

Anggota Komisi Penelitian dan Pengembangan BPKN, Slamet Riyadi mengatakan, pembenahan ini harus dilakukan agar praktik kecurangan atau pemalsuan tidak lagi terjadi.

Diketahui sebelumnya, praktik pemalsuan air minum kemasan galon kembali ramai menjadi sorotan.

Terbaru, pihak Kepolisian menemukan praktik pemalsuan di daerah Panggung Rawi, Kota Cilegon, Banten.

Baca juga: Cara Menghindari Beli Air Mineral Kemasan Palsu

Para pelaku mengaku memproduksi sebanyak 100 galon per hari atau sebanyak 2.500 galon per bulannya. Bahkan para pelaku sudah beroperasi selama 2 tahun di Kota Cilegon.

Dan barang palsu ini telah diedarkan dan tersebar luas di wilayah Kota Cilegon dan Serang.

"Titik lemah berada pada hilir, seringkali penjual atau warung yang bukan agen resmi, tergiur tawaran galon isi ulang yang lebih murah daripada biasanya," ucap Slamet Riyadi kepada Tribunnews, Rabu (27/7/2022).

"Hal ini karena faktor ekonomi, mereka ambil dan ternyata itu palsu dan ujungnya membahayakan keselamatan konsumen," sambungnya.

Slamet juga mengungkapkan, labelisasi juga bisa menjadi cara jitu untuk menangkal adanya praktik pemalsuan air minum dalam kemasan galon.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved