Antisipasi Harga TBS Anjlok, Menteri Teten Dorong Petani Sawit Bisa Mengolah dan Jual Minyak Sendiri

Teten menerangkan, saat ini pemerintah tengah fokus mengembangkan model bisnis melalui koperasi. Hal itu untuk mendorong UMKM naik kelas

Tribunnews/Taufik Ismail
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki. Teten Masduki mengatakan, nantinya para petani sawit tidak harus menjual tandan buah segar (TBS) ke pabrik, tapi bisa mengolah dan menjual langsung Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, nantinya para petani sawit tidak harus menjual tandan buah segar (TBS) ke pabrik, tapi bisa mengolah dan menjual langsung Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit.

Teten menerangkan, saat ini pemerintah tengah fokus mengembangkan model bisnis melalui koperasi. Hal tersebut untuk mendorong Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) naik kelas.

"Dari pengalaman selama ini sulit dilakukan kalau itu dilakukan satu per satu per pelaku usaha mikro, kami sekarang sedang mengembangkan bagaimana strateginya mengkorporatisasi 'dalam bentuk koperasi'," ujar Teten saat Indonesian CEO Talk di Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Baca juga: Menteri Teten Bilang Minyak Makan Merah Lebih Sehat Ketimbang Migor, Bisa Atasi Stunting

Ia mencontohkan korporatisasi petani misalnya melatih petani sektor sawit untuk langsung bisa mengolah TBS sehingga bisa langsung dijual ke masyarakat.

"Petani sawit tidak menjual TBS ke pabrik tapi mereka bisa mengolah sendiri sawitnya sampai mereka menjual minyak crude palm oil-nya ke masyarakat," tutur Teten.

Diharapkan Teten, tidak ada lagi isu harga TBS anjlok, hingga membuat petani kesulitan.

"Dengan begitu tidak ada lagi isu harga TBS dan para petani bisa mendapat nilai tambah dari sawit yang diolah menjadi produk siap konsumsi," imbuh Teten.

Menurutnya, ada beberapa model yang dilakukan pemerintah di sejumlah daerah. Sehingga bisa jadi role model korporatisasi petani di dalam struktur petani berlahan sempit dan petani perorangan.

Baca juga: Pemberdayaan UMKM Agresif, Menkop UKM Teten Ingin Perbankan Tiru BNI 

"Jadi kita sebenarnya bisa membangun korporat farming seperti di negara Eropa, Amerika, dan Australia yang berlahan luas, tapi dengan mengkonsolidasi petani-petani kecil perorangan dalam koperasi sehingga masuk skala ekonomi. ini yang kita akan kembangkan sebagai bagian strategi ketahanan pangan nasional.

Ke depan cara tersebut, bisa dilakukan di sektor lain, dan tak hanya di sektor pertanian.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved