Airlangga Hartarto Sebut Perekonomian Indonesia Lebih Kuat Dibanding Negara Lain, Ini Indikatornya

Airlangga Hartarto menuturkan, indikatornya dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tiga kuartal di tahun 2022

Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Airlangga Hartarto menilai, perekonomian Indonesia saat ini cenderung lebih kuat dibanding negara lain. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, perekonomian Indonesia saat ini cenderung lebih kuat dibanding negara lain.

Airlangga Hartarto menuturkan, indikatornya dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tiga kuartal di tahun 2022. 

Pada kuartal IV-2021 tumbuh 5,02 persen year on year, kuartal I-2022 pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,01 persen. Kemudian, Kuartal II-2022 tumbuh 5,44 persen.

Baca juga: Nggak Usah Takut Resesi, Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh di Atas 5 Persen

"Kita selama tiga kuartal di atas 5 persen. Ini menunjukkan Indonesia relatif lebih baik dari negara lain," ujar Airlangga saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Airlangga berujar, ekonomi Indonesia melesat di tengah sederet negara alami dan terancam resesi. 

Diketahui Amerika Serikat (AS) terjebak dalam lobang resesi, dengan minus 0,9 persen di kuartal I-2022. Kemudian, China dimungkinkan menyusul. Jerman 1,51 persen.

"Ekonomi kita relatif lebih baik dari negara lain," ucap Airlangga.

Indonesia, menurut Airlangga, tetap mewaspadai ekonomi negara lain, yang masih belum pulih. Sebab, diharapkan agar tidak mempengaruhi perekonomian dalam negeri.

"Jangka panjangnya diharapkan tidak berdampak pada ekonomi di Asean," kata Airlangga.

Konsumsi rumah tangga jadi pendorong utama ekonomi. Diketahui, pertumbuhannya mencapai 5,51 persen dan distribusi 51,47 persen.

Baca juga: Airlangga Hartarto Sebut Peluang Indonesia Masuk Jurang Resesi Sangat Kecil

Kemudian, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 3,07 persen atau distribusi 27,31 persen dan ekspor tumbuh 19,74 persen atau distribusi 24,6 persen. Namun, konsumsi pemerintah kontraksi 5,24 persen.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved