Jhonlin Agro Raya Akan Melantai di Bursa, Simak Profil Perusahaannya

PT Jhonlin Agro Raya Tbk telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran saham perdana atau IPO pada Kamis, (4/8/2022).

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin (3/1/2022). PT Jhonlin Agro Raya Tbk telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran saham perdana atau IPO pada Kamis, (4/8/2022). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Jhonlin Agro Raya Tbk telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada Kamis, (4/8/2022).

Perusahaan berkode kode saham JARR tersebut adalah perusahaan milik Syamsudin Andi Arsyad atau biasa dikenal Haji Isam.

Jhonlin Agro Raya merupakan perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan pengolahan minyak kelapa sawit.

Selain perkebunan, ruang lingkup kegiatan Jhonlin Agro Raya meliputi bidang perdagangan, industri, pengangkutan darat dan jasa.

 JARR telah merampungkan masa penawaran umum perdana saham  pada tanggal 29 Juli hingga 2 Agustus 2022 dengan harga penawaran Rp300 per saham. 

JARR meraih dana sebanyak Rp 366,8 miliar dengan melepas 1,22 miliar lebih saham yang merupakan 15,29 persen dari modal disetor dan ditempatkan kepada masyarakat.

Baca juga: Siap IPO, Perusahaan Distribusi Kimia Incar Rp 58,5 Miliar dari Pasar Modal

Pada masa penawaran umum yang menggunakan sistem penawaran elektronik ini, tercatat sebanyak hampir 27.000 pemesanan saham JARR.

Dana hasil initial public offering (IPO), setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk dua keperluan. Yaitu pembangunan Pabrik Kelapa Sawit dan digunakan untuk modal kerja.

Baca juga: TAYS Raup Pendapatan Rp 315,9 Miliar Pasca IPO

Mengutip website resmi perusahaan, JARR memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 20 ribu hektar sesuai dengan surat keputusan Gubernur Kalimantan Selatan nomor 188.48/136/DPMPTSP/III/2017 tanggal 08 Maret 2017 tentang pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit yang terletak di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved