Tuntutan Zaman, Bisnis Penjualan Tatap Muka Mulai Adopsi Teknologi

Bisnis penjualan secara tatap muka mau tidak mau harus mengikuti tuntutan zaman digital supaya mampu bersaing.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hendra Gunawan
istimewa
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI) Andrew Susanto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI) Andrew Susanto mengakui perkembangan teknologi tidak bisa lagi dibendung pascapandemi.

Bisnis penjualan secara tatap muka mau tidak mau harus mengikuti tuntutan zaman digital supaya mampu bersaing.

“Yang bisa kita lakukan adalah secepat mungkin kita harus memanfaatkan teknologi itu. Siapa yang cepat beradaptasi dengan teknologi, dialah yang akan menjadi pemenang. Dan itu berlaku di bisnis direct selling,” tutur Andrew dalam keterangannya, Jumat (5/8/2022).

Baca juga: Tumbuhkan Ekonomi Kreatif di Era Digital, Pelaku UMKM Penting Lakukan Kolaborasi

AP2LI sangat menyadari bahwa bisnis penjualan langsung sudah seharusnya peka terhadap teknologi.

“Pesatnya perkembangan teknologi harus diiringi oleh cepatnya komunikasi pemasaran para anggota bisnis penjualan langsung urai Andrew.

Dia menambahkan bahwa AP2LI merupakan asosiasi tempat berhimpunnya perusahaan yang bergerak di bidang industri penjualan langsung (direct selling) dan penjualan berjenjang (multilevel marketing) di Indonesia.

“AP2LI terus memompa semangat para anggota untuk dapat beradaptasi cepat dalam membangun dan menjalakan bisnis penjualan langsung. Dan hasilnya adalah industri penjualan langsung mampu beradaptasi sangat cepat terhadap kondisi iklim dunia usaha,” katanya.

Menurutnya, industri penjualan langsung memiliki keahlian dalam membangun jaringan, kualitas produk dan yang pasti dengan dukungan teknologi, kami bisa mengalahkan pandemi.

“Terbukti kami masih berdiri tegak. Tercatat dalam dua tahun terakhir, pada masa pandemi, mitra usaha bisnis penjualan langsung mampu meningkat sekitar 15 persen, dan saya perkirakan akan meningkat di tahun 2022 sebesar 20 persen”, kata Andrew.

Baca juga: QNET Salurkan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Semeru Lumajang

Senada General Manager QNET Indonesia Ganang Rindarko mengatakan bahwa pesatnya perkembangan teknologi masa kini telah membawa dunia masuk pada era globalisasi dan liberalisasi perdagangan.

Hal tersebut sangat berpengaruh dalam perkembangan industri penjualan langsung di Indonesia di mana globalisasi dan liberalisasi perdagangan telah membawa dampak positif maupun negatif bagi industri penjualan langsung.

“Kami sangat mendukung langkah AP2LI untuk mengembangkan bisnis penjualan langsung dengan mengedapankan teknologi sebagai media untuk meningkatkan penjualan” tutur Ganang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved