4 Anak Muda Ini Bikin Platform Digital EarlyPay Jembatani Kesenjangan Ekosistem Kreator

Hingga akhir Juli 2022, terdapat lebih dari 30.000 kreator dan 200 brand yang menggunakan platform BintanGO.

HO
EarlyPay dapat membantu para kreator untuk mengelola bisnis mereka sebagai kreator yang profesional dengan lebih baik. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga anak muda yang tergabung dalam BintanGO, masing-masing Jason Lee, Oktorika Mandasari, Rahul Bansal dan Soon Chua tergerak menjembatani kesenjangan yang selama ini terjadi di kalangan kreator digital Tanah Air.

Ketiganya menghadirkan EarlyPay, sebuah platform digital yang memungkinkan kreator untuk menjembatani kesenjangan pembayaran antara kolaborasi kreator dan perusahaan pemilik merek (brand).

Ketiganya meyakini, EarlyPay dapat membantu para kreator untuk mengelola bisnis mereka sebagai kreator yang profesional dengan lebih baik.

Di BintanGO yang berbasis di Jakarta, Jason Lee duduk sebagai CEO, sedang Oktorika Mandasari duduk sebagai Chief Marketing Officer (CMO) dan Rahul Bansal sebagai CTO serta Soon Chua sebagai CCO.

Baca juga: Kemenkop UKM Kembangkan Ekosistem Ekonomi Digital untuk Disabilitas

BintanGO selama ini sukses mengembangkan platform all-in-one CreatorSpace untuk industri ekonomi kreatif, dan kemudian menciptakan EarlyPay sebagai solusi finansial pertama di industri kreator dan ekonomi kreatif.

Didirikan pada Mei 2021, hingga akhir Juli 2022, terdapat lebih dari 30.000 kreator dan 200 brand yang menggunakan platform BintanGO.

Jason Lee, Co-founder dan CEO BintanGO menjelaskan, EarlyPay merupakan produk BintanGO yang hadir guna mengatasi kesenjangan di segmen kreator - sebuah celah yang belum ditangani oleh perusahaan penyedia solusi finansial yang ada saat ini.

Menurut Jason, pelaku industri finansial menganggap pembuat konten media sosial sebagai sebuah kelompok dengan profil risiko kredit yang tinggi. Hal itu menjadi faktor belum terbukanya akses produk finansial modern bagi para pembuat konten.

“Solusi finansial inovatif yang kami hadirkan diharapkan mampu membantu kreator dalam menjembatani kesenjangan pembayaran antara kolaborasi kreatif kreator dan brand serta memastikan mereka memiliki arus kas yang stabil dan konsisten untuk setiap kebutuhan kreatif mereka, baik untuk membayar kebutuhan timnya atau operasional kolaborasi mereka. Melalui EarlyPay, mereka akan memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut,” jelas Jason.

Para kreator adalah pengusaha dan pelaku UMKM baru di Indonesia. Hadirnya creator economy mampu memberdayakan dan memungkinkan semua orang dan siapa saja, terlepas dari lokasi geografis, status ekonomi, dan latar belakang pendidikan untuk membangun brand mereka sendiri dan menjadi kreator yang mampu memberikan pengaruh di media sosial.

Menurut Influencer Marketing Hub, industri kreator global kini bernilai lebih dari USD$100 miliar dan diperkirakan akan terus bertumbuh di tahun-tahun mendatang. Indonesia pun turut menjadi ladang subur bagi ekosistem para kreator.

Pengguna media sosial di Indonesia saat ini mencapai 191,4 juta pengguna pada Januari 2022 atau naik sebesar 12,6 persen year-on-year (YoY) berdasarkan laporan dari DataReportal.

“Para mega kreator mungkin memiliki sumber daya untuk membantu mengelola kebutuhan bisnis mereka, seperti finansial, pemasaran, branding, dan pengembangan bisnis. Namun di sisi lain, nyatanya masih banyak kreator baru yang sedang naik daun dan mungkin tidak memiliki keistimewaan tersebut,” ungkap Oktorika Mandalasari, CMO BintanGO.

“Kami ingin membantu mereka dalam melampaui potensi sebagai seorang kreator yang sesungguhnya dengan memungkinkan mereka untuk fokus menghasilkan konten-konten yang hebat, sementara kami mengurus sisanya,” sambungnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved