Cegah Devaluasi Lira, Turki Bayar Gas Rusia dengan Sistem Pembayaran Mir

Turki akan memperluas penggunaan sistem pembayaran Mir Rusia untuk pembelian gas dari Rusia.

Adem ALTAN / AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan memperluas penggunaan sistem pembayaran Mir Rusia untuk pembelian gas dari Rusia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRİBUNNEWS.COM, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa negaranya akan memperluas penggunaan sistem pembayaran Mir Rusia untuk pembelian gas dari Rusia.

Pengumuman ini disampaikan Presiden Erdogan setelah bertemu dengan pimpinan Rusia Vladimir Putin di Laut Hitam Sochi pada Sabtu (6/8/2022).

Memanasnya pasar energi pasar global telah membuat Turki memperluas hubungan perdagangan dengan perusahaan gas Moskow dan menolak seruan UE untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.

Erdogan tak merinci berapa banyak persentase impor gas yang akan dilakukan negaranya, namun mengutip dari Bloomberg untuk mempermudah perdagangan gas nantinya Turki akan menggunakan mata uang rubel dengan sistem pembayaran Mir.

Baca juga: Inflasi Turki Tembus 79,6 Persen, Ternyata Sederet Masalah Ini Jadi Biang Keroknya

“Pembayaran dalam rubel akan menjadi sumber dukungan keuangan bagi Rusia dan Turki, seraya menambahkan gubernur bank sentral kedua negara juga bertemu selama kunjungan tersebut,” jelas juru bicara Ankara.

Sistem pembayaran Mir akan diterapkan pada lima perbankan Turki, langkah ini diambil Erdogan untuk mengurangi kerugian lira, yang saat ini tengah mengalami devaluasi atau pengurangan nilai.

Pada perdagangan Senin (8/8/2022) nilai lira melesat turun di level 17,92 melawan dolar, dari sebelumnya lira dipatok dikisaran 18,4 terhadap dolar.

Baca juga: Lira Turki Anjlok, Citibank Hingga Vodafone Group Mulai Terdampak Efek Hiperinflasi

Selain memperluas perdagangan bilateral, nantinya Rusia juga akan menyediakan likuiditas valuta asing untuk membantu Turki menyelesaikan penyelesaian pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di pantai Mediterania.

Dengan meningkatkan produksi gas dalam negeri di tengah memanasnya harga energi pasar global. Erdogan yakin laju inflasi yang menimpa negaranya dapat melandai.

Saat ini inflasi tahunan Turki meroket hampir 80 persen. Meningkat drastis apabila dibandingkan dengan jumlah tahun lalu.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved