Jumat, 8 Mei 2026

Inflasi China Diprediksi Melebihi 3 Persen

Analis mengatakan, indeks harga konsumen (CPI) China telah meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir dan diperkirakan akan melebihi 3 persen.

Tayang:
Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Choirul Arifin
Time Out Shanghai
Suasana pedagang di sebuah pasar segar di Shanghai, China, melayani pembeli. Analis dari China International Capital Corp (CICC) mengatakan, indeks harga konsumen (CPI) China telah meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir dan diperkirakan akan melebihi 3 persen. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – Analis dari China International Capital Corp (CICC) mengatakan, indeks harga konsumen (CPI) China telah meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir dan diperkirakan akan melebihi 3 persen.

Sebelumnya, Pemerintah China juga telah menetapkan target sebesar 3 persen untuk inflasi konsumen di tahun ini.

"Jika inflasi melebihi target yang ada, kami pikir pembuat kebijakan akan menghadapi dilema, memilih antara inflasi dan pertumbuhan," tulis analis CICC dalam catatan penelitian Senin (8/8).

"Peningkatan toleransi terhadap inflasi yang tepat dapat menjadi norma di tengah paradigma makroekonomi baru untuk ekonomi global.” imbuhnya.

Sementara itu, inflasi konsumen di China tetap relatif rendah jika dibandingkan dengan melonjaknya biaya yang terlihat di tempat lain, karena permintaan tetap tertekan oleh kebijakan pengendalian Covid-19 yang ketat.

Baca juga: Saham Produsen Chip Semikonduktor Beijing Melonjak 6,8 Persen saat Ketegangan AS-China Meningkat

Menurut estimasi median ekonom yang disurvei Bloomberg, inflasi konsumen China untuk bulan Juli diperkirakan meningkat menjadi 2,9 persen.

Dikutip dari Business Times, Senin (8/8/2022) pendorong besar inflasi konsumen China adalah melambungnya harga daging babi, produk utama dalam keranjang CPI.

Baca juga: Gara-gara Inflasi, Kini KFC di China Mulai Jual Ceker Ayam

Di sisi lain, perencana ekonomi negara bagian telah bergerak untuk menahan kenaikan harga daging babi yang cepat, dengan langkah-langkah termasuk mempelajari penjualan daging babi dari cadangan negara dan meminta peternak babi untuk tidak menimbun persediaan.

Menurut analis CICC, inflasi di atas target pemerintah akan menghasilkan salah satu dari 2 skenario kebijakan ekonomi makro yaitu inflasi rendah dan pertumbuhan rendah atau inflasi tinggi dan pertumbuhan tinggi.

"Kami pikir yang kedua adalah pilihan yang lebih baik, yang seharusnya menguntungkan perkembangan ekonomi dan keuangan yang sehat," pungkas analis CICC.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved