PEN Akan Berakhir 2023, Pemerintah Diminta Siapkan Paket Kebijakan Baru

Pemerintah dinilai tidak akan gegabah menghilangkan begitu saja Program PEN tanpa adanya pengganti

Tribunnews/Irwan Rismawan
Pedagang melayani pembeli di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021). Pemerintah terus mempercepat realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional 2021 yang di antaranya ditujukan untuk penyaluran bantuan dan insentif kepada pelaku usaha baik korporasi maupun UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tidak akan berlanjut pada 2023 seiring melandainya kasus Covid-19 di Tanah Air.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teguh Dartanto memprediksi pemerintah akan menyiapkan paket baru sebagai pengganti PEN.

Baca juga: Realisasi Anggaran Program PEN Baru Rp29,3 Triliun, Ini Rincian Alokasinya

“Saya rasa pemerintah tidak akan gegabah menghilangkan begitu saja Program PEN tanpa adanya pengganti. Saya yakin pemerintah akan tetap melakukan mitigasi ketidakpastian kondisi ekonomi di tahun depan,” kata Teguh di Jakarta, Senin (8/8/2022).

Teguh menjelaskan, pada tahun depan akan sangat menantang dalam segi ekonomi.

“Kondisi perekonomian global yang sedang mengalami stagflasi dan menuju resesi cepat atau lambat dampaknya akan merambat ke dalam negeri dengan kenaikan harga energi dan produk makanan dan Industri serta pelemahan ekonomi domestik," jelas Teguh.

Sementara itu, di Indonesia pada 2023 adalah tahun politik, menjelang Pemilu 2024 sehingga hampir tidak mungkin pemerintah akan melakukan perubahan drastis dalam kebijakan ekonominya.

“Saya rasa akan tetap ada program pemulihan ekonomi dalam bentuk-bentuk lain atau reorganisasi yang sudah ada saat ini,“ kata Teguh.

Meski akan memasuki tahun politik, pemerintah diharapkan untuk tetap memperhatikan aspek ekonomi daripada politik daripada anggaran.

Menurut Teguh, pemerintah mesti menjaga kebijakan ekonomi agar percepatan pemulihan ekonomi bisa diarahkan jauh lebih baik.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved