Pengusaha Transportasi Ancang-ancang Sesuaikan Tarif Angkutan Jika Harga BBM Naik

Pengusaha transportasi mengambil ancang-ancang melakukan penyesuaian harga atau tarif layanan bila harga BBM naik.

Editor: Choirul Arifin
Warta Kota/Joko Supriyanto
Suasana Terminal Bus Bekasi, Minggu (17/4/2022). Pengusaha transportasi mengambil ancang-ancang melakukan penyesuaian harga atau tarif layanan bila harga BBM naik. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kalangan pengusaha transportasi berharap Pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat.

Andrianto Putera Tirtawisata, Direktur Utama PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) mengatakan, perusahaannya telah mengambil ancang-ancang melakukan penyesuaian harga atau tarif layanan bila harga BBM naik.

“WEHA menggunakan BBM bersubsidi. Untuk sekarang belum ada efek. Akan tetapi apabila harus ada kenaikan mungkin perusahaan juga akan adjust dari segi harga atau tarif,” kata dia saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (15/8/2022).

Dia menambahkan, perseroan lebih menyetujui tidak adanya kenaikan harga BBM. Hal ini karena industri transportasi baru mulai pulih dari pandemi terutama di sektor transportasi.

“Tapi apabila pemerintah harus mengurangi subsidi karena beban yang terlalu tinggi, ya mau tidak mau kami juga harus mendukung pemerintah,” tambahnya.

Dia bilang, apabila harga BBM subsidi naik, tentu akan berdampak ke perusahaan. Namun hal tersebut bergantung pada seberapa besar kenaikan yang akan dilakukan. Sehingga, perseroan bisa secara bertahap melakukan kenaikan biaya secara bertahap.

Baca juga: Sinyal Harga BBM Bakal Naik Makin Menguat, Menteri ESDM Sudah Lakukan Kajian

“Kami juga lakukan antisipasi dengan melakukan simulasi kenaikan harga yang akan kami lepas ke pasar apabila terjadi kenaikan harga BBM,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemerintah berencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter. Wacana itu semakin kencang berhembus belakangan ini.

Baca juga: Harga Pertalite Naik, Penjualan Ritel Bisa Lesu karena Animo Belanja Warga Merosot

Terlebih sejak Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia memberikan sinyal akan ada kenaikan harga BBM jenis Pertalite dalam waktu dekat. Hal tersebut sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah global.

Laporan Reporter: Venny Suryanto | Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved