Revisi Perpres 191/2014 Segera Rampung, Mobil 1.500 cc Dilarang Beli Pertalite, Jadi Rp 10.000?

Jika pembatasan pembelian Pertalite dilaksanakan pada bulan depan, maka revisi Perpres selesai pada bulan ini.

TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Pembelian Pertalite akan dibatasi, di mana mobil berkapasitas 1.500 cc ke atas akan dilarang mengkonsumsi BBM bersubsidi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) beserta petunjuk teknis pembelian BBM jenis Pertalite, akan segera selesai dalam waktu dekat ini.

Dengan demikian, nantinya tidak semua mobil dapat membeli BBM jenis Pertalite karena dalam Perpres tersebut terdapat kriteria kendaraan yang boleh mengkonsumsi BBM bersubsudi.

"Harus optimis September bisa diimplementasikan," kata Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman saat dihubungi Tribunnews, Senin (15/8/2022) malam.

Baca juga: Jika Harga Pertalite Naik, Pemerintah Siapkan Bansos dan Jamin Tak Melonjak Tinggi

Jika pembatasan pembelian Pertalite dilaksanakan pada bulan depan, maka revisi Perpres selesai pada bulan ini dan kemudian dilakukan sosialisasi oleh pihak-pihak terkait kepada masyarakat.

"Semua mobil yg cc-nya di atas 1.500 kemungkinan tidak bisa pakai Pertalite," ucap Saleh.

Perpres 191/2014 sangat dibutuhkan Pertamina dalam melakukan pembatasan pembelian Pertalite, di mana BUMN minyak tersebut sudah mulai membuka pendaftaran pembelian Pertalite untuk mobil melalui MyPertamina sejak Juli 2022.

Namun, Pertamina belum dapat mengimplementasikan pembatasan tersebut karena masih menunggu Perpres selesai sebagai payung hukumnya.

"Revisi perpres masih difinalisasi pemerintah," kata Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting.

Harga Pertalite Bakal Rp 10.000 per Liter

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved