Menteri PUPR Targetkan 4.000 Km Jalan Tol Beroperasi hingga 2024 

Basuki Hadimuljono mengungkapkan, sepanjang 2.500 kilometer (km) jalan tol sudah beroperasi, dan pada 2022 ini tambahan 43 km akan dioperasikan. 

Tribunnews.com/Taufik Ismail
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Basuki mengatakan, jika mengacu pada Renstra Kementerian PUPR di tahun 2022 hingga 2024, maka 1.545 km jalan tol harus sudah dioperasikan. Sehingga nanti pada 2024, minimal 4.000 km jalan tol sudah beroperasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengevaluasi capaian kinerja Kementerian PUPR dalam menyelenggarakan amanah sebagai penanggung jawab infrastruktur di Indonesia. 

Basuki Hadimuljono mengungkapkan, sepanjang 2.500 kilometer (km) jalan tol sudah beroperasi, dan pada 2022 ini tambahan 43 km akan dioperasikan. 

"Jika mengacu pada Renstra kita di tahun 2022 hingga 2024, maka 1.545 km jalan tol harus sudah dioperasikan. Sehingga nanti pada 2024, minimal 4.000 km jalan tol sudah beroperasi,” ujarnya dalam upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia di Lapangan Sapta Taruna, Kementerian PUPR, Rabu (17/8/2022).

Baca juga: PUPR Lanjutkan Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang, Permudah Akses ke Tanjung Lesung

Dalam sambutannya, Basuki juga menyampaikan lima agenda besar pada 2023 yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan. 

Kelimanya yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia, akselerasi pembangunan infrastruktur, penerapan reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi, hilirisasi industri, serta pembangunan ekonomi hijau. 

“Dalam menerapkan kelima agenda besar tersebut, pembangunan infrastruktur Indonesia tetap menjadi prioritas," katanya. 

Sementara itu, Kementerian PUPR mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 125,2 triliun untuk 2023, dengan tujuan tidak hanya membangun infrastruktur fisik saja.

Baca juga: Kementerian PUPR Minta Tambahan Anggaran Rp 6 Triliun untuk Bangun IKN

"Namun, juga membuka lapangan kerja dan memberikan pendapatan sebesar-besarnya, sehingga bisa mendukung daya beli masyarakat untuk meningkatkan kegiatan perekonomian Indonesia,” pungkas Basuki.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved