Mahendra Siregar Bertemu Airlangga Bahas Penyaluran KUR dan Restrukturisasi Kredit

Mahendra Siregar bertemu Airlangga membahas upaya memacu penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dan perkembangan restrukturisasi kredit Covid-19.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Tangkapan Layar: Kanal Youtube BPPK Kemlu
Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menggelar pertemuan dengan Menko Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi guna semakin memperkuat sinergi dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi

“Kami membahas beberapa hal dan tentunya kami siap untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dalam hal ini dengan Kemenko Perekonomian,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Sabtu (20/8/2022).

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas kondisi industri jasa keuangan, serta sejumlah fokus dan prioritas kebijakan OJK dalam memberikan kontribusi kepada pembangunan ekonomi, dan menjaga stabilitas di sektor jasa keuangan. 

Turut dibahas pula upaya memacu penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), perkembangan restrukturisasi kredit Covid-19, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta langkah antisipatif dalam memitigasi risiko dampak pelemahan perekonomian global terhadap pemulihan perekonomian nasional.    

Berkaitan dengan kebijakan restrukturisasi Covid-19, Mahendra menyampaikan, bahwa saat ini jumlah debitur dan nilai kredit yang direstrukturisasi telah turun secara signifikan. 

Baca juga: Tunggu Persetujuan OJK, Bank BJB Teken Penyertaan Modal KUB ke Bank Bengkulu

Namun demikian, masih terdapat sektor dan daerah tertentu yang masih membutuhkan stimulus dan menjadi fokus perhatian dalam arah kebijakan selanjutnya.  

Terkait peningkatan literasi dan inklusi keuangan, saat ini OJK telah memiliki beberapa program antara lain Program Satu Rekening Satu Rekening (KEJAR) yang sampai dengan kuartal II 2022 tercatat sebanyak 49,59 juta rekening tabungan total dengan nominal mencapai Rp 27,66 triliun. 

Baca juga: OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 10,66 Persen pada Juni 2022 

"Kemudian, program melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di seluruh Indonesia yang saat ini telah dibentuk sebanyak 398 TPAKD, dengan rincian 34 TPAKD tingkat provinsi dan 364 TPAKD tingkat kabupaten/kota," pungkas Mahendra.

Menko Perekonomian mengharapkan OJK untuk terus mendukung program pengembangan UMKM, meningkatkan pendalaman produk khususnya untuk industri keuangan nonbank serta pemahaman literasi dan inklusi keuangan secara keseluruhan hingga ke daerah. 

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved