Resesi Dunia

Pandemi dan Inflasi Membuat Banyak Pekerja UKM di Amerika Serikat Kehilangan Pekerja

Hampir dua tahun kemudian, pemilik Freed Bodyworks yakni Frances Reed dan Jessica VonDyke terpaksa menutup pintu bisnisnya.

Editor: Hendra Gunawan
Conversation.com
Ilustrasi pengangguran di Amerika Serikat 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Pandemi Covid-19 memaksa Freed Bodyworks, pusat kesehatan yang menawarkan terapi pijat, yoga, akupunktur, konseling kesehatan mental, dan layanan lainnya, ditutup selama empat bulan.

Hampir dua tahun kemudian, pemilik Freed Bodyworks yakni Frances Reed dan Jessica VonDyke terpaksa menutup pintu bisnisnya.

"Saya tidak bisa mempekerjakan siapa pun," kata Reed yang dikutip oleh CNN, Senin (22/8/2022).

"Kami tidak pernah mengalami masalah dengan permintaan layanan kami. Itu 100 persen masalah pasokan bagi kami." imbuhnya.

Sebelum pandemi, Freed Bodyworks memiliki 20 praktisi yang dapat melayani hingga 550 klien per bulan.

Baca juga: Tekan Beban Pengeluaran, Perusahaan Furnitur Online Amerika Serikat PHK 870 Karyawan

"Sepanjang waktu dari saat kami buka kembali hingga tutup, saya berhasil merekrut tiga orang, dan itu dengan perekrutan penuh waktu," kata mereka.

Namun, Reed tidak sendirian, pemilik usaha kecil menengah (UKM) di seluruh Amerika Serikat, saat ini tengah menghadapi kekurangan tenaga kerja akut, dan menurut para ahli telah mencapai tingkat krisis.

Sebuah survei baru-baru ini dari Federasi Nasional Bisnis Independen menemukan bahwa setengah dari pemilik usaha kecil tidak dapat lagi membuka lapangan pekerjaan.

"Mempekerjakan seseorang tidak pernah sesulit ini bagi pemilik usaha kecil," kata Bill Dunkelberg, kepala ekonom NFIB.

Inflasi pengaruhi usaha kecil

Sementara itu, Susan Sarich pemilik toko roti SusieCakes telah memangkas karyawannya dari yang semula berjumlah 500 menjadi 200 karyawan.

Akibat dari naiknya inflasi, harga gas di California menjadi 5,30 dolar AS per galon. Hal itu pula yang membuat Sarich harus menutup toko rotinya dua hari dalam seminggu.

CEO Alignable, Eric Groves mengatakan bahwa pemilik usaha kecil harus berani mengambil risiko dalam menghadapi inflasi yang lebih tinggi yakni dengan mengurangi penjualan mereka.

“Survei yang dilakukan Alignable baru-baru ini menunjukkan bahwa hanya sekitar sepertiga dari usaha kecil yang menghasilkan 90 persen atau lebih dari pendapatan pra-pandemi mereka,” kata Groves.

Baca juga: Amerika Serikat Bakal Tingkatkan Perdagangan dengan Taiwan Melalui Jalur Laut dan Udara

Di sisi lain, sebuah laporan memperlihatkan tingkat pengangguran di AS turun menjadi 3,5 persen. Laporan tersebut juga menunjukkan partisipasi angkatan kerja sedikit turun, menjadi 62,1 persen.

Pukulan besar dari kerugian usaha kecil

Para ahli memperingatkan bahwa hilangnya setiap usaha kecil mungkin merupakan penurunan ekonomi AS, tetapi jika cukup banyak usaha kecil seperti Reed yang akhirnya gagal karena kekurangan tenaga kerja, situasi itu bisa berubah menjadi tsunami ekonomi.

Usaha kecil menyumbang hampir setengah dari pekerjaan sektor swasta dan berkontribusi lebih dari 40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) AS.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved