Cerita Sukses Jakpreneur: dari Usaha Rumahan hingga Go International

Jakpreneur hadir sebagai platform kreasi, fasilitasi, dan kolaborasi pengembangan UMKM melalui ekosistem kewirausahaan, seperti start-up, institusi pe

Editor: Content Writer
dok. Pemprov DKI Jakarta
Jakpreneur hadir sebagai platform kreasi, fasilitasi, dan kolaborasi pengembangan UMKM melalui ekosistem kewirausahaan, seperti start-up, institusi pendidikan, maupun institusi pembiayaan. 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) sudah merasakan langsung manfaat bergabung dengan Jakpreneur yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Jakpreneur hadir sebagai platform kreasi, fasilitasi, dan kolaborasi pengembangan UMKM melalui ekosistem kewirausahaan, seperti start-up, institusi pendidikan, maupun institusi pembiayaan.

Adapun manfaat menjadi binaan Jakpreneur, semisal pelaku UMKM diberikan pelatihan, selain pendampingan usaha, mulai dari permodalan, perizinan, hingga pemasaran.

Satu di antara binaan yang merasakan manfaat tersebut adalah founder sekaligus owner Javanice Healthy, Nellywati. Berkat bergabung dengan Jakpreneur, pola pikir atau mindset-nya mengenai suatu usaha berubah.

"Alasannya, saya sebagai pemula dalam bisnis hanya berdagang. Jualan laku, ya sudah. Namun, dengan bergabung dalam Jakpreneur, kita terpikir untuk berbisnis, bukan sekadar berdagang," ucapnya saat dihubungi, Rabu (24/8).

Sebagai contoh, ia menceritakan soal pemasaran produk Javanice Healthy yang sudah sampai ke luar negeri. Pencapaian ini, menurutnya, didapat karena bergabung menjadi anggota Jakpreneur pada 2019 silam.

Pemasaran produknya kian meluas, sehingga bisa diicip oleh Warga Negara Asing (WNA) dari Singapura, Malaysia, sampai Jepang.

"Banyak sekali manfaatnya. Saya banyak mendapatkan pesanan-pesanan itu dari perusahaan. Beberapa retail market yang sudah memasukkan produk saya, di situ saya dapat banyak orderan. Di pameran-pameran, banyak sekali ketemu dengan pelanggan baru," ungkapnya.

produk UMKM Jakprenueur 240822
produk UMKM.

Sebelumnya, lanjut dia, tak pernah terbersit produk Javanice Healthy bakal go international. Sebab, Javanice Healthy merupakan minuman dan makanan tradisional Indonesia yang lahir pada 2015 lalu, karena kecintaan Nelly terhadap pelestarian kearifan lokal.

"Sebelumnya, belum terpikir sama sekali (go international). Namun, dengan adanya Jakpreneur, peluang-peluang itu datang. Bisa mengikuti beberapa event di Jakpreneur, saya ketemu dengan pembeli-pembeli baru. Berdatangan pula yang akan membantu pemasaran saya ke tangan berikutnya," tuturnya.

Bahkan, setelah bergabung dengan Jakpreneur, Nelly dijuluki Ratu Wedang Indonesia, sehingga terus memicunya untuk melahirkan inovasi baru. Misalnya, Wedang Warisan by Javanice dengan menu andalan kolang-kaling yang dibentuk seperti boba untuk topping minuman.

Kemudian, Javanice Healthy oun berkesempatan mengikuti ajang pameran Dunia World Expo Dubai 2020-2022 di Paviliun DKI Jakarta beserta 16 UMKM lainnya. Bahkan, produknya di-display pula di sentra oleh-oleh Bandara International terminal 3 dan 2.

"Di situlah keikutsertaan saya dengan Jakpreneur sudah membuka mindset saya bahwa UMKM butuh pendampingan, pendanaan, legalitas, pemasaran. Nah, inilah pemasaran itu yang jadi luas terbuka jalannya," ujarnya.

Cerita lain diungkapkan founder dan owner ALFEE Coffee, N. Naugan Simanungkalit. Mantan karyawan di perusahaan eksportir kopi di Amerika Serikat ini telah bergabung dengan Jakpreneur sejak 2019 silam. Selama bergabung, ia mendapat kemudahan, terutama dalam hal perizinan.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved