Sebagai Masyarakat Jaringan, Generasi Muda Punya Peran Penting Majukan UMKM

Pelaku UMKM sanggup mengguncang dunia hanya dengan memanfaatkan jaringan digital.

Reynas
News Manager Tribun Network Rachmat Hidayat saat Webinar Generasi Muda Digital Peduli UMKM - Ngobrol Bareng Legislator, Jumat (26/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - News Manager Tribun Network Rachmat Hidayat menuturkan pentingnya peran generasi muda yang mayoritas memahami literasi digital untuk turut memajukan UMKM.

Pria yang akrab disapa Dayat itu menegaskan, pelaku UMKM sanggup mengguncang dunia hanya dengan memanfaatkan jaringan digital.

“Tanpa harus mengurus visa, tanpa harus mengurus paspor kita bisa berkomunikasi langsung dengan dunia, kita ini hidup di era jaringan sampai yang hidup dipelosok,” ucapnya dalam Webinar Generasi Muda Digital Peduli UMKM - Ngobrol Bareng Legislator, Jumat (26/8/2022).

Meminjam teori sosiolog asal Spanyol, Manuel Castells bahwa pelaku UMKM termasuk dalam masyarkat jaringan.

Baca juga: Tingkatkan Layanan kepada Masyarakat, ASN Dituntut Memiliki Kemampuan Literasi Digital

“Pemikiran Manuel Castells itu masyarakat jaringan bukan persoalan saya sebagai warga Indonesia atau warga Eropa tetapi kita sebagai warga dunia tanpa tersekat apapun,” imbuhnya.

Dayat berujar promosi tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis UMKM.

Selain itu, kepercayaan diri juga menjadi modal bagi pelaku UMKM agar bisa dikenal di pasar global.

“Saya ambil contoh Bonge sebagai ikon Citayam Fashion Week, dia juga bisa disebut sebagai pelaku UMKM yang berhasil memperkenalkan namanya,” kata Dayat.

Direktur Jenderal (Dirjen) Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan pandemi Covid-19 memacu masyarakat untuk menggunakan platform digital dalam menjalankan segala aktivitas.

Menurutnya, peningkatan penggunaan teknologi digital ini harus diimbangi dengan kapasitas literasi digital terhadap masyarakat.

"Perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan bijak," katanya.

Semuel menegaskan laporan We Are Social, pada awal 2022, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 204,7 juta orang.

“Itu artinya, jumlah ini meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya," sambung dia

Sedangkan, lanjutnya, indeks literasi digital masyarakat Indonesia masih berada di angka 3,49 dari skala 5 yang berarti masih dalam kategori sedang dan perlu ditingkatkan.

Baca juga: Saat Ini Indeks Literasi Digital Indonesia Belum Mencapai Kategori Baik Kata Samuel Abrijani

Kominfo sebagai garda terdepan dalam upaya percepatan transformasi digital di Indonesia pun memiliki tugas sebagai fasilitator, regulator, akselerator.

"Pemerintah terus mendorong literasi teknologi digital di Indonesia yang merupakan tanggung jawab bersama," kata Semuel.

Ia meyakini bahwa kolaborasi yang baik dapat membantu percepatan transformasi digital Indonesia saat ini.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved