Perguruan Tinggi harus Ikut Berperan Menciptakan UMKM yang Kuat dan Bisa Berdaya Saing

Perguruan Tinggi perlu membuat roadmap pengabdian masyarakat untuk pengembangan dan kemajuan Usaha mikro kecil menengah

Editor: Hendra Gunawan
istimewa
Rektor Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957, Dr Haswan Yunaz MM saat menyampaikan sambutan seminar Nasional and Call for Paper yang digelar Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 (IBI-K57) di Jakarta belum lama ini 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perguruan Tinggi perlu membuat roadmap pengabdian masyarakat untuk pengembangan dan kemajuan Usaha mikro kecil menengah (UMKM) Indonesia.

Perguruan tinggi dan UMKM harus melakukan sinergi, kolaborasi, solidaritas, dan saling menguatkan.

Rektor Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957, Dr Haswan Yunaz MM mengatakan, penelitian dan pengabdian masyarakat saat ini tidak hanya sebagai persyaratan formil namun menjadi problem solving bagi persoalan masyarakat.

"Termasuk problem solving untuk pengembangan dan kemajuan UMKM karena perguruan tinggi menjadi bagian dari masyarakat yang dituntut untuk bisa memberikan pencerahan dan way out problem masyarakat yakni menjadikan UMKM yang kuat dan berdaya asing," ujar Rektor Haswan Yunaz saat seminar Nasional and Call for Paper yang digelar Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 (IBI-K57) di Jakarta belum lama ini.

Baca juga: Otobursa Tumplek Blek 2022 Segera Dimulai, Festival UMKM Terbesar di Indonesia

Seminar nasional yang melibatkan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN) dan PTS se-nusantara mengambil tema: Peran Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat UMKM di Era Revolusi 4.O Menyongsong Society 5.O dilakukan secara daring Keynote Speeech, Prof Dr Ruswiati Suryasaputra SE MS, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.

Dikatakan Haswan, UMKM membuat perputaran uang dan barang semakin dinamis, bahkan supply chain ekonomi nasional juga banyak disumbang oleh sektor UMKM.

Sayangnya UMKM kita masih menghadapi sejumlah masalah seperti daya saing, masalah SDM, pendanaan, dan packaging serta kecepatan supply sesuai permintaan pasar.

Untuk itu, perguruan tinggi harus bisa menjadi mitra UMKM, bisa membuat roadmap penelitian untuk membantu UMKM dan roadmap pengabdian masyarakat untuk UMKM sehingga UMKM perlu didampingi memiliki daya saing tinggi.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Prof Dr Ruswiati Suryasaputra, SE. MS yang menjadi Keynote Speech menjelaskan UMKM merupakan salah satu pilar terpenting dalam perekonomian.

UMKM yang berkontribusi menyerap besar dalam penyerapan tenaga kerja 97 persen dari total tenaga kerja nasional.

"Kontribusi terhadap PDB 61,07 persen. Menghimpun investasi 60,4 persen dari total investasi," ujarnya.

Ruswiati menambahkan, Perguruan Tinggi harus tetap menjunjung tinggi konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi dan harus berperan strategis dalam hal pemberdayaan yakni entrepreneurship, technopreneurship, dan digitalpreneurship.

"Perguruan Tinggi harus berperan sebagai mediator UMKM dengan lembaga keuangan. Dan pihak-pihak terkait melalui upaya pembentukan keterkaitan satu sama lainnya," ujarnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved