Gazprom Putus Pipa Nord Stream 1, Biaya Impor Energi Italia Melambung Hingga 100 Miliar Euro.

Franco mengatakan bahwa Italia tidak dapat terus membelanjakan anggarannya tanpa batas untuk meredam pukulan terhadap perekonomiannya.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Middleeast Monitor
Ilustrasi Eni Italia 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, ROMA - Biaya impor energi Italia diperkirakan telah berlipat ganda menjadi 100 miliar euro.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Ekonomi negara itu, Daniele Franco dalam forum bisnis tahunan Ambrosetti.

Dikutip dari laman Russia Today, Senin (5/9/2022), Franco mengatakan bahwa Italia tidak dapat terus membelanjakan anggarannya tanpa batas untuk meredam pukulan terhadap perekonomiannya.

Ia menambahkan, utang Italia yang tinggi mengurangi ruang untuk bermanuver.

Baca juga: Imbas Tagihan Energi Meroket, Enam dari dari 10 Pabrik Inggris Berisiko Ditutup

Peningkatan biaya hampir 60 miliar euro, dibandingkan dengan biaya impor energi bersih Italia sebesar 43 miliar euro yang tercatat tahun lalu, akan berjumlah sekitar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu pada 2022.

"Lonjakan liar diperkirakan akan menghapus surplus bersih Italia dalam pertukaran dengan seluruh dunia yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir. Kami mentransfer ke luar negeri sebagian besar daya beli kami," kata Franco.

Italia dilaporkan bergantung pada impor untuk hampir 75 persen dari konsumsi energinya, meningkatkan kerentanannya terhadap krisis energi saat ini yang berkecamuk di seluruh wilayah.

Pada awal tahun ini, negara itu mengimpor 40 persen gasnya dari Rusia.

Namun pada Juli lalu, pembelian gas dari Rusia yang sedang terkena sanksi Uni Eropa(UE) itu pun turun menjadi 25 persen.

Dengan demikian, Italia telah menyusul Jerman dalam hal mengurangi ketergantungannya pada gas Rusia.

Pada akhir Juli, anggota UE menyetujui rencana untuk mengurangi konsumsi gas mereka sebesar 15 persen selama beberapa bulan mendatang.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan energi UE dengan menghemat gas untuk musim dingin mendatang di tengah krisis energi yang berkembang.

Baca juga: Pengadilan Afrika Selatan Larang Raksasa Energi Shell Eksplorasi Minyak dan Gas Lepas Pantai

Sebelumnya, Chief Executive Officer Eni yang dikelola Italia, Claudio Descalzi, mengatakan bahwa negara itu dapat bertahan di musim dingin tanpa gas Rusia.

Ia menambahkan, fasilitas penyimpanan gas Italia dapat penuh hingga 54 persen pada Juni, namun jumlahnya harus mencapai 70 hingga 80 persen pada Oktober mendatang.

Pada 31 Agustus lalu, Eni mengumumkan bahwa perusahaan gas Rusia Gazprom telah mengurangi pasokan gas ke Italia dari 27 juta meter kubik menjadi 20 juta meter kubik.

Selanjutnya, mulai 2 September 2022, Gazprom benar-benar memutus pasokannya melalui pipa Nord Stream 1, dengan alasan 'masalah teknis'.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved