BBM Bersubsidi

Cegah Penyimpangan, Ini Langkah Pertamina agar Distribusi BBM Berjalan Tepat Sasaran dan Efisien

Pertamina memiliki sistem pemantauan data mulai dari produksi di hulu hingga distribusi BBM ke masyarakat lewat Pertamina PIEDCC.

Istimewa
Lewat sistem PIEDCC bisa terpantau seperti apa kinerja Pertamina, mulai produksi minyak mentah hingga distribusi BBM ke masyarakat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memastikan produksi dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) berjalan baik, aman dan tepat sampai ke masyarakat di tengah kenaikan harga BBM.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, dalam proses dan pengawasan BBM, perseroan telah memiliki sistem yang dapat mencegah terjadinya kebocoran di lapangan.

"Pertamina memiliki sistem pemantauan data mulai dari produksi di hulu hingga distribusi BBM ke masyarakat lewat Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC)" ujarnya dalam siaran pers, Kamis (8/9/2022).

Baca juga: Datangi Kantor Pertamina, Erick Thohir Pantau Stok dan Upaya Antisipasi Kebocoran BBM

Nicke mengatakan, lewat sistem PIEDCC bisa terpantau seperti apa kinerja Pertamina, mulai produksi minyak mentah hingga distribusi BBM ke masyarakat.

“Kita bisa melihat langsung aliran dari fluidanya (cairan) ataupun gas. Kalau konteksnya BBM terlihat dari kilang produksinya ada berapa, karena masing-masing jenis di kilang itu ada produknya. Kemudian produk disalurkan ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM),” katanya.

Dia menambahkan, dari TBBM jumlah BBM yang akan disalurkan ke kendaraan pengangkut atau truk tangki akan dilakukan secara otomatis sesuai dengan jumlah yang dimasukkan lewat sistem.

"Semua data ini juga terpantau lewat PIEDCC. Selanjutnya, saat diangkut oleh truk tangki menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga dimonitor secara sistematis," tutur Nicke.

Menurutnya, memang ada potensi penyusutan jumlah BBM yang dibawa oleh truk tangki karena BBM bisa mengalami penguapan selama di dalam perjalanan.

Sementara, angka penyusutan tersebut ada batas kewajarannya dan jumlah BBM yang diangkut selalu terpantau oleh sistem di PIEDCC.

"Pengawasan tidak hanya di darat, tapi juga dilakukan di laut saat pengangkutan BBM menggunakan kapal. Saat ini, Pertamina memiliki sekitar 258 kapal yang beroperasi dan semuanya terdata dengan baik dan terpantau secara langsung lewat PIEDCC," pungkas Nicke.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved