Breaking News:

Incar 65 Juta Penumpang, Kualanamu Ingin Saingi Changi dan Kuala Lumpur Sebagai Bandara Penghubung

Puncaknya sebagai target utama pada 2047 Bandara Kualanamu akan melayani 65 juta penumpang per tahun.

Penulis: Dodi Esvandi
Tribun Medan/DEDY SINUHAJI
Suasana kesibukan Bandara Kualanamu di hari perdana pengoperasiannya, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (25/7/2013). PT Angkasa Pura Aviasi ingin Bandara Kualanamu bisa menyaingi Bandara Changi di Singapura dan Bandara Kuala Lumpur di Malaysia sebagai hub atau bandara penghubung dari Indonesia ke berbagai kota di Asia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dodi Esvandi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - PT Angkasa Pura Aviasi memasang target yang tak main-main dalam mengembangkan Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Mereka ingin Kualanamu bisa menyaingi Bandara Changi di Singapura dan Bandara Kuala Lumpur di Malaysia sebagai hub atau bandara penghubung dari Indonesia ke berbagai kota di Asia.

"Per 7 Juli 2022 Kualanamu sudah dikelola oleh Angkasa Pura Aviasi. Sahamnya 51 persen milik Angkasa Pura, 49 persen milik GMR Airports Consortium. Kualanamu akan jadi bandara kebanggaan masyarakat Sumatera Utara," kata Presiden Direktur Angkasa Pura Aviasi, Ahmad Rifai dia acara seminar bertajuk 'Kualanamu Sebagai Penghubung Internasional di ASEAN: Tantangan dan Realisasi' di Medan, Sumatera Utara, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Angkasa Pura Aviasi Targetkan Kualanamu Jadi Bandara Penghubung Wilayah Barat

GMR Airports Consortium merupakan perusahaan patungan antara GMR Group dari India dan Aéroports de Paris Group (ADP) dari Prancis.

GMR Group mengelola setidaknya delapan bandara internasional di dua benua.

Termasuk Bandara Internasional Mactan-Cebu.

Bandara tersibuk kedua di Filipina itu kini melayani penerbangan ke berbagai kota di Asia, seperti Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, Hong Kong, Taipei, Nagoya, Narita, Busan, Shanghai, Osaka, Daegu, hingga Dubai di Qatar.

Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Supriyanto mengatakan Kualanamu memiliki lokasi strategis bagi mobilitas manusia dan jasa dalam upaya memperkuat transportasi nasional sekaligus gerbang wilayah bagian barat Indonesia.

"Kami optimistis dengan kualitas Kualanamu yang sekarang ini dimiliki mampu menandingi keberadaan Bandara Changi di Singapura dan Bandara Kuala Lumpur di Malaysia," kata Supriyanto dalam seminar yang didukung oleh AirAsia Indonesia itu.

Rifai menambahkan Angkasa Pura Aviasi telah merencanakan lima tahap pembangunan Bandara Kualanamu, dengan menambah area terminal di bandara tersebut.

Pembangunan ini akan menambah kapasitas seiring dengan pertumbuhan penumpang mulai dari 2023 hingga 2044.

Baca juga: Bandara Kualanamu Ingin 25 Tahun ke Depan Bisa Layani 65 Juta Penumpang per Tahun

Selain itu, Angkasa Pura Aviasi juga mereka berencana membangun landasan pacu kedua ketika Bandara Kualanamu mencatat kira-kira 30 juta penumpang per tahun yang diproyeksikan akan terjadi pada 2032.

Selanjutnya pada 2036 Bandara Kualanamu mengincar bisa melayani 31,4 juta penumpang.

Setelah pada 2044 ditargetkan Bandara Kualanamu melayani 47,3 juta penumpang.

Puncaknya sebagai target utama pada 2047 Bandara Kualanamu akan melayani 65 juta penumpang per tahun.

Untuk mencapai target tersebut, PT Angkasa Pura Aviasi berencana menambahkan rute baru di kawasan Asia Tenggara dalam lima tahun ke depan.

Saat ini Bandara Kualanamu baru melayani lima rute internasional, yaitu Kulanamu-Kuala Lumpur, Kulanamu-Penang, Kualanamu-Singapura, Kualanamu-Madinah, dan Kualanamu-Bangkok.

"Posisi Kualanamu adalah bandara paling dekat dengan India, Bangladesh, dan negara-negara lain di kawasan itu. Kaualanamu bisa jadi hub daerah-daerah tersebut. Selain itu kita juga punya historical. Semoga bandara kita bisa segera didarati oleh airlines dari India," kata Rifai. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved