Wujudkan Ekosistem Energi Baru Terbarukan, Ini Langkah Holding Industri Pertambangan

Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Danny Amrul Ichdan mengatakan, IBC menjadi salah satu pilar penting untuk mewujudkan energi terbarukan

istimewa
Direktur Hubungan Kelembagaan Mind ID, Dany Amrul Ichdan. Grup BUMN Holding Industri Pertambangan Mining Industry Indonesia (MIND ID), bersama anggotanya PT Antam, PT Bukit Asam, PT Freeport Indonesia, PT Inalum, PT Timah, ikut serta dalam komitmen pemerintah mewujudkan ekosistem energi baru terbarukan.  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Grup BUMN Holding Industri Pertambangan Mining Industry Indonesia (MIND ID), bersama anggotanya PT Antam, PT Bukit Asam, PT Freeport Indonesia, PT Inalum, PT Timah, ikut serta dalam komitmen pemerintah mewujudkan ekosistem energi baru terbarukan

Langkah ini diwujudkan dalam kerjasama dan sinergi antar BUMN, serta dukungan pemerintah dalam program pengembangan EV (kendaraan listrik) dan EV baterai terintegrasi.

Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan, IBC menjadi salah satu pilar penting untuk mewujudkan energi terbarukan di sektor EV baterai.

Baca juga: Komisaris MIND ID Doni Monardo: BUMN Tambang Harus Transparan Kelola CSR

"Selain itu juga memperkuat kemandirian kita, artinya mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor dan mampu mengurangi emisi karbon serta subsidi dari bahan bakar," kata Danny yang ditulis Selasa (20/9/2022). 

Melihat kondisi saat ini bahan baku untuk komponen EV baterai, seperti  graphite, lithium hydroxide, cobalt sulphate, dan mangan sulphate masih sangat di dominasi dari impor. 

Maka pemerintah perlu memastikan pasokan bahan baku nikel sebagai salah satu bahan baku pembuatan EV baterai, dan sebanyak 80 persen disediakan oleh Antam

“Dengan kondisi ini IBC ditargetkan bisa menjadi market leader di Asia Tenggara sebagai penyedia EV baterai," tutur Danny.

Sesuai dengan Permenko No.09 tahun 2022, pengembangan industri EV baterai ini telah terdaftar sebagai Proyek Strategis Nasional. 

Untuk mempercepat realisasinya maka diperlukan adanya konsorsium dengan LG Energy Solution (LGES) dan dengan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co, Ltd. (CBL).

IBC menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta beberapa Lembaga Pendidikan Tinggi dan Universitas, seperti ITB, UI, UNS, dan National Battery Research Institute. 

Selain itu penting juga untuk meningkatkan kualitas SDM Industri EV baterai melalui beragam training dan workshop.

Baca juga: Dewan Energi Mahasiswa Sarankan Pemerintah Alihkan Subsidi BBM untuk Energi Baru Terbarukan

“MIND ID mendukung penuh program pemerintah dalam membentuk ekosistem EV baterai yang saat ini telah menjadi salah satu program strategi nasional. Perlu dukungan dan sinergi untuk mempercepat realisasinya, salah satunya dalam bentuk kebijakan insentif dan kemudahan bagi ekosistem kendaraan listrik (EV)," katanya. 

Pada 2035 kebutuhan baterai EV dunia diprediksi mencapai 5300 GWh yang di dominasi kebutuhan dari kendaraan listrik, khususnya roda 4. 

Sedangkan di Indonesia sendiri data menunjukkan hingga 2035 permintaan baterai EV akan mencapai 59 GWh dan didominasi dari sektor transportasi. 

MIND ID bersama dengan PT Antam Tbk membentuk anak usaha yang fokus untuk mengembangkan bisnis Baterai di Indonesia, yang bernama: Indonesia Battery Company (IBC). 

IBC yang baru berusia 1,5 tahun ini telah menyusun roadmap dalam pengembangan Ekosistem EV Baterai di Indonesia. 

Mulai dari pembuatan prototipe Baterai untuk motor listrik, konsep Energi Storager System, penyiapan fasilitas pengolahan nikel dan bahan baku baterai, ekspansi kapasitas produksi, hingga penguasaan teknologi Baterai yang akan dicapai pada 2030.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved