Wacana Kompor Listrik Gratis, Kementerian Keuangan Baru Akan Siapkan Anggarannya Tahun Depan

Konversi penggunaan kompor gas ke kompor listrik 1.000 watt saat ini mulai diuji coba di Denpasar dan Solo.

Editor: Choirul Arifin
WARTA KOTA/YULIANTO
Pekerja sedang menurunkan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram atau gas melon dari truk di gudang salah satu distributor di kawasan Palmerah Barat, Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2022). Kementerian Keuangan menyatakan belum memiliki anggaran untuk mengalokasikan pengadaan kompor listrik kepada masyarakat tahun ini. WARTA KOTA/YULIANTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Pemerintah mewacanakan konversi dari kompor gas ke kompor listrik oleh masyarakat untuk mengurangi ketergantungan pada subsidi gas.

Konversi penggunaan kompor gas ke kompor listrik 1.000 watt saat ini mulai diuji coba di Denpasar dan Solo.

Namun Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan, pihaknya belum memiliki anggaran untuk mengalokasikan kompor listrik tersebut kepada masyarakat tahun ini.

Dia mengatakan, anggaran untuk konversi tersebut baru akan dialokasikan pada tahun depan. Menurutnya, dana untuk program pembagian kompor listrik gratis tersebut masih berasal dari dana PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Rencananya tahun ini akan mengeluarkan dana Rp 300 triliun untuk membagikan kompor listrik, dan akan menambah Rp 5 triliun selama lima tahun ke depan.

“Tahun depan, kemungkinan akan dijalankan Kementerian ESDM, sehingga nanti anggarannya ada di mereka,” tutur Isa kepada awak media, Selasa (20/9/2022).

Isa mengatakan, konversi tersebut, menurutnya, akan berimplikasi terhadap peningkatan konsumsi listrik, pasalnya masyarakat membutuhkan kenaikan daya. Di sisi lain, konsumsi terhadap LPG subsidi tabung 3 kg akan berkurang seiring masyarakat yang secara bertahap beralih ke kompor listrik.

Sebelumnya, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, dalam tahapan ujicoba, PLN bakal membagikan kompor listrik beserta alat masaknya untuk 1.000 rumah tangga di setiap kotanya.

“Ini uji coba untuk melihat minat masyarakat sekaligus mempelajari aspek keteknikkannya, misalkan berapa kapasitas daya tungku yang cocok,” kata Dadan.

Laporan Reporter: Siti Masitoh | Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved