Kinerja Garuda Membaik, Ekonom: Kenapa Mesti Dapat Suntikan PMN Rp 7,5 T?

Pencairan dana tersebut dianggap tidak tepat mengingat prospek pemulihan penumpang maskapai Garuda Indonesia saat ini sedang berjalan.

Editor: Hendra Gunawan
tangkap layar dari kompas.com
Berikut adalah aturan penerbangan domestik Garuda Indonesia selama PPKM. 

TRIBUNNEWS.COM -- Rencana pemerintah untuk menyuntikkan dana sebesar Rp 7,5 triliun dari penanaman modal negara (PMN) untuk Garuda Indonesia mendapat kritikan dari ekonom.

Pencairan dana tersebut dianggap tidak tepat mengingat prospek pemulihan penumpang maskapai Garuda Indonesia saat ini sedang berjalan.

Direktur Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menyebutkan, apalagi pada tahun depan, ketika mobilitas sudah benar-benar pulih pun keterisian kursi Garuda Indonesia juga idealnya membaik.

"Jika Garuda Indonesia bisa menunjukkan perbaikan kinerja pasca restrukturisasi dengan pihak lessor buat apa Garuda Indonesia masih mendapat suntikan PMN," ujar Bhima kepada Kontan.co.id, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Garuda Indonesia Keluarkan Aturan Baru Bagi Penumpang, Ini Syarat Lengkapnya

Selain itu, Bhima bilang, tren utang Garuda Indonesia setelah restrukturisasi secara konsolidasi juga diperkirakan akan ikut turun 50 persen dari US$ 10,1 miliar menjadi US$ 5,1 miliar alias lebih lebih baik.

Hanya saja menurutnya, prioritas belanja perlu diperketat dikarenakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Garuda Indonesia sudah menerima berbagai bantuan seperti dana talangan selama pandemi Covid-19.

Di sisi lain, pemerintah juga sedang menyempit ruang fiskalnya untuk kebutuhan yang lebih menyentuh masyarakat miskin seperti bantuan sosial (bansos) dan anggaran stabilitas pasokan pangan.

Sehingga menurutnya, pemberian PMN dengan angka tersebut belum urgent diberikan untuk saat ini. "Jadi pemberian PMN untuk Garuda Indonesia belum urgent," katanya.

Pemerintah mangajukan usulan tambahan penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sebesar Rp 7,5 triliun ke DPR.

Tambahan PMN tersebut akan dialokasikan melalui cadangan pembiayaan investasi yang ditetapkan sebesar Rp 21,48 triliun dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (UU APBN) 2022.

Baca juga: Erick Thohir Dorong Garuda Indonesia Tambah Volume Penerbangan untuk Stabilkan Harga Tiket Pesawat

Halaman
12
Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved