Kurangi Sikap Konsumtif Terhadap Produk Impor Dinilai Bisa Cegah Ledakan Inflasi

Mengantisipasi inflasi dan resesi global tidak bisa hanya bergantung pada peran pemerintah saja, namun perlu juga dukungan masyarakat.

Dok Tribunnews.com
Ilustrasi lonjakan laju inflasi. Data yang diterbitkan badan statistik Uni Eropa, inflasi tahunan di 19 negara zona Euro juga ikut naik menjadi 8.9 persen di Juli yang meningkat dari angka Juni sebesar 8,6 persen. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - CEO Grant Thornton Indonesia Johanna Gani mengatakan, inflasi merupakan hal yang tak bisa dihindari terutama melihat kondisi perekonomian global saat ini.

Menurutnya, untuk mengantisipasi inflasi dan resesi global tidak bisa hanya bergantung pada peran pemerintah saja, namun perlu juga dukungan masyarakat dalam menekan tingkat inflasi yang ada di negara ini.

“Hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah menghindari sikap konsumtif yang berlebihan terhadap produk-produk impor dan mulai beralih ke produk buatan dalam negeri,” ucap Johanna di Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Inflasi Tinggi, Ekonom Prediksi Suku Bunga Acuan Bisa Mencapai 5 Persen di Akhir Tahun

Johanna menekankan, khususnya generasi milenial perlu mengatur tingginya pengeluaran rutin pokok bulan.

Kaum milenial Indonesia juga harus berjuang untuk menyiasati inflasi gaya hidup (lifestyle inflation).

“Perlu juga adanya persiapan dan edukasi kesehatan finansial bagi generasi milenial sebagai calon penerus bangsa, cerdas mengelola keuangan pribadi adalah sebuah keharusan untuk membantu menahan laju inflasi,” ungkap Johanna.

Bank Dunia (World Bank) menyatakan kenaikan suku bunga serentak di seluruh dunia dalam rangka penanganan inflasi, berisiko menyebabkan resesi global dan krisis keuangan di berbagai belahan di dunia seperti Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Uni Eropa, hingga Jepang.

Risiko global pertama yang berpotensi mendorong ekonomi ke jurang resesi adalah inflasi tinggi.

Harga komoditas energi dan pangan terlihat masih terus naik dan bertahan di level tinggi.

Ini tidak lepas dari dampak perang Ukraina - Rusia yang masih berlangsung sampai sekarang.

Hal ini pun mendorong Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga acuan setengah poin pada Juli lalu.

Kemudian, menurut data yang diterbitkan badan statistik Uni Eropa, inflasi tahunan di 19 negara zona Euro juga ikut naik menjadi 8.9 persen di Juli yang meningkat dari angka Juni sebesar 8,6 persen.

Sementara itu, Amerika Serikat juga menghadapi inflasi 9,1 persen, ini tercatat merupakan inflasi tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved