Pemerintah Belum Kunjung Tambah Kuota BBM Bersubsidi, Alokasi di Pertamina Habis Oktober Ini

Hingga kini Pemerintah masih belum merealisasikan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) Subsidi yang akan hampir habis di Oktober 2022.

Editor: Choirul Arifin
TRIBUN JABAR/Gani Kurniawan
Pengendara roda dua antre mengisi motornya dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/9/2022). Kuota Pertalite tahun ini yang sebesar 23,05 juta kiloliter (kl) bakal habis pada Oktober mendatang berdasar hasil hitung-hitungan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuota Pertalite tahun ini yang sebesar 23,05 juta kiloliter (kl) bakal habis pada Oktober mendatang berdasar hasil hitung-hitungan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Namun hingga kini Pemerintah masih belum merealisasikan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) Subsidi.

Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengungkapkan, dari hitung-hitungan yang dilakukan pada September ini, konsumsi hingga akhir tahun diprediksi bakal bertambah sebesar 6,8 juta kl.

"Kuota tahun ini Pertalite 23,05 juta kl, dari prognosa yang kita buat hingga September ini maka nanti soal konsumsi tahunan bisa mencapai tambahan 6,8 juta kl," jelas Saleh dalam diskusi virtual, Selasa (27/9/2022).

Saleh melanjutkan, secara ideal diperlukan regulasi berupa revisi Peraturan Presiden (Perpres) 191/2014 untuk mengatur lebih detail pembatasan pembelian BBM Subsidi.

Saleh menjelaskan, selain pengetatan pembelian, penambahan kuota juga diperlukan seiring pertumbuhan ekonomi yang terus terjadi.

"Kita berharap kuotanya ditambah agar momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, harapan kita dan mudah-mudahan kuotanya ditambah," jelas Saleh.

Meskipun jika nantinya ada penambahan kuota, Saleh menegaskan pengetatan pembelian masih akan diberlakukan. Sementara itu, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting memastikan stok BBM subsidi masih dalam kondisi aman.

Baca juga: Anggota Komite BPH Migas Usulkan Sistem Distribusi Tertutup untuk Salurkan BBM Bersubsidi

"Rata-rata di atas 18 hari sampai 20 hari," kata Irto ketika dihubungi Kontan.co.id. 

Sebelumnya, Pertamina mencatatkan terjadi penurunan konsumsi BBM Subsidi untuk dua pekan awal pasca penyesuaian harga pada 3 September 2022 lalu.

"Dua minggu setelah ada penyesuaian harga, rata-rata konsumsi turun dikisaran 12 persen hingga 13%," kata Irto.

Baca juga: Revisi Perpres Tak Kunjung Ditandatangani Saat Pendaftar BBM Subsidi Terus Bertambah

Irto mengatakan, penurunan konsumsi juga terjadi untuk jenis BBM RON 92 Pertamax. Tercatat, konsumsi Pertamax juga turun dikisaran 12 hingga 13 persen.

Menurutnya, penurunan konsumsi ini merupakan sesuatu yang umum terjadi terutama setelah penyesuaian harga.

Kendati demikian, proses evaluasi akan dilakukan sembari melihat tren konsumsi untuk sebulan ini.

Laporan Reporter: Filemon Agung | Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved