Wuih, Erick Thohir Ungkap Pendapatan BUMN di 2021 Hampir Setara Nilai APBN

Sebagai informasi, nilai pendapatan konsolidasi BUMN hampir setara Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pada tahun 2021 yang senilai Rp2.500 T

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
ist
Menteri BUMN Erick Thohir dalam pembukaan acara BUMN Startup Day di Tangerang, Senin (26/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam laporannya menyebutkan, pendapatan BUMN secara konsolidasi pada 2021 sebesar Rp2.290,5 triliun.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, angka tersebut meningkat 18,8 persen.

Sebagai informasi, nilai pendapatan konsolidasi BUMN hampir setara Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pada tahun 2021 yang senilai Rp2.500 triliun.

"Ini angka yang signifikan, jika bandingkan dengan APBN negara kita yang angkanya (sekitar) Rp2.500 triliun, jadi proporsionalnya hampir mirip," ujarnya di Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Wakil Menteri BUMN I Dukung Rencana Holding BUMN Perkebunan Bangun Tiga Subholding

Erick melanjutkan, capaian pendapatan tersebut juga didorong oleh pertumbuhan harga komoditas global, peningkatan penjualan akibat peningkatan aktivitas penanggulangan Covid-19 dan pertumbuhan volume penjualan akibat pemulihan sebagian kegiatan ekonomi di beberapa klaster.

Sementara margin EBITDA yang merupakan indikasi efisiensi operasional, mengalami peningkatan menjadi 20,4 persen di tahun 2021 terutama disebabkan perbaikan efisiensi pada beban operasional tidak langsung.

Adapun restrukturisasi utang dan penurunan tingkat bunga pinjaman pada tahun 2021 mengakibatkan penurunan beban bunga konsolidasi dari semula Rp91,5 triliun di tahun 2020 menjadi Rp73,5 triliun di tahun 2021.

Pertumbuhan penjualan, perbaikan margin operasi, penurunan beban bunga akibat restrukturisasi dan penurunan kerugian kurs, pada akhirnya memberikan kontribusi positif yang mengakibatkan laba bersih tahun 2021 meningkat menjadi IDR124,7 triliun.

Angka tersebut naik 838,2 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar IDR13,3 triliun.

Erick juga menambahkan, salah satu efisiensi yang dilakukan dan memberikan dampak signifikan adalah pembentukan klaster BUMN.

Baca juga: Akan Jadi BUMN, Bank Syariah Indonesia Minta Bantuan DPR Buka Cabang di Arab Saudi

Per 31 Desember 2021 jumlah BUMN turun dari 108 entitas menjadi 92 entitas sesuai tanggal konsolidasi laporan keuangan holding.

Dari jumlah ini, 7 BUMN telah diproses untuk likuidasi sedangkan sisanya diharapkan akan terkonsolidasi menjadi 43 entitas BUMN pada akhir 2022.

“Proses klasterisasi dan perampingan ini memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja BUMN," pungkas Erick.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved