Akan Jadi Pusat Pengembangan Teknologi, APJII Dukung Investasi Infrastruktur Digital di IKN

Presiden mengatakan, sebagai negara besar, Indonesia harus berani memiliki agenda besar untuk melangkah demi kemajuan bangsa.

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hendra Gunawan
Doc. MPR
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam acara Jajak Pasar dan Ramah Tamah terkait Peluang Investasi di IKN Nusantara, diselenggarakan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bekerjasama dengan KADIN Indonesia, di Jakarta, Selasa malam (18/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di acara jajak pasar atau market sounding peluang investasi pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang diselenggarakan di Djakarta Theater, Jakarta, baru-baru ini Presiden Joko Widodo mengatakan, pemindahan ibu kota ke Nusantara merupakan langkah Indonesia untuk membangun budaya kerja, pemikiran, dan basis ekonomi baru.

Presiden mengatakan, sebagai negara besar, Indonesia harus berani memiliki agenda besar untuk melangkah demi kemajuan bangsa.

Presiden Jokowi juga mengajak pengusaha dalam negeri ikut mendukung program pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur. Dia berharap pengusaha dalam negeri bisa ikut menjajaki peluang dan menjadi bagian dari sejarah dan peradaban baru Indonesia.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Harap Pengusaha Amerika Serikat Berinvestasi pada Pembangunan IKN

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif yang hadir pada acara jajak pasar peluang investasi pembangunan di IKN yang diselenggarakan oleh Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kadin Indonesia, menyambut positif terhadap ajakan Presiden Jokowi tersebut.

Sebagai salah satu bagian dari anak bangsa dan juga anggota KADIN, menurut Arif seluruh anggota APJII siap mendukung dan mensukseskan seluruh program Pemerintah. Termasuk dalam program membangun jaringan telekomunikasi di IKN.

"IKN merupakan proyek strategis Nasional yang digagas Presiden Jokowi. APJII siap mendukung penuh program strategis Nasional tersebut," ujarnya dalam keterangan pers tertulis, Rabu, 19 Oktober 2022.

Dia mengatakan, dalam program strategsi Nasional selalu ada peluang bisnis dan investasi. "APJII melihat peluang bisnis dan investasi penggelaran jaringan telekomunikasi di IKN sangat menjanjikan. Penggelaran jaringan telekomunikasi ini menjadi peluang investasi yang sangat bagus bagi pengusaha jasa internet yang tergabung di APJII," kata Arif.

Arif menambahkan, dengan adanya payung hukum IKN, yaitu UU Nomor 3 Tahun 2022, pemerintah telah memberikan kepastian peluang usaha.

Baca juga: Bertemu Ketua Parlemen Rusia, Puan Bahas Soal Ukraina hingga Minat Vladimir Putin Kembangkan IKN

Hal ini akan menjadi rujukan bagi lebih dari 800 penyelenggara jasa internet dan 2.500 perusahaan teknologi yang bernaung di APJII untuk turut mempersiapkan investasi bisnis di IKN.

Agar anggota APJII dapat lebih rinci menghitung peluang investasi penggelaran jaringan telekomunikasi di IKN, Arif meminta kepada Badan Otorita Ibu Kota Nusantara untuk dapat segera memberikan cetak biru yang lebih rinci menggenai jaringan telekomunikasi yang kelak akan diimplementasikan.

"Dengan adanya roadmap yang rinci dan transparan akan mempermudah seluruh anggota APJII untuk dapat menghitung peluang investasi penggelaran jaringan telekomunikasi di IKN," ujarnya.

"Dengan adanya jaringan telekomunikasi yang dibangun di IKN, APJII berharap nantinya IKN akan menjadi pusat inovasi dan penggembangan teknologi informasi di Indonesia," ungkap Arif.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved