Prabowo Tetap Optimistis Meski Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX Masih Kurang 9 Teknologi

Setidaknya ada sembilan teknologi lagi yang masih sulit didapatkan untuk mengembangkan jet tempur KFX/IFX.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews/Gita Irawan
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato kunci pada Seminar Nasional bertajuk Tantangan TNI AU Dalam Perkembangan Teknologi Elektronika Penerbangan di Lanud Halim Perdanakusumah Jakarta, Selasa (8/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkapkan masih ada kekurangan dalam aspek teknologi pada proyek pengembangan jet tempur kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan, KFX/IFX.

Ia mengatakan setidaknya ada sembilan teknologi lagi yang masih sulit didapatkan untuk mengembangkan jet tempur KFX/IFX.

Namun demikian, kata dia, sudah ada 48 teknologi yang berhasil dikembangkan dalam proyek kerja sama tersebut.

Menhan Prabowo menyampaikan kabar tersebut saat menyampaikan pidato kunci pada Seminar Nasional bertajuk Tantangan TNI AU Dalam Perkembangan Teknologi Elektronika Penerbangan di Puri Ardya Garini Lanud Halim Perdanakusumah Jakarta pada Selasa (8/11/2022).

"Ada sembilan teknologi yang masih sulit kita dapatkan, tapi oke. Sembilan yang kita sulit dapat tapi kita dapat 48. Jadi minimal kita ada usaha," kata Prabowo.

Namun demikian, menurutnya hal tersebut tidak akan menghambat proses kerja sama pengembangan pesawat tempur generasi 4.5 tersebut.

Dia menekankan, para insinyur, mekanik, dan ilmuwan Indonesia harus dilibatkan dalam proyek tersebut. "Saya kira tidak menghambat," kata dia.

Baca juga: Pemerintah Disarankan Ajukan Lisensi Ekspor Agar Dapat Izin AS untuk Lanjutkan Program KFX/IFX

Prabowo juga membandingkan biaya pengadaan jet tempur buatan Prancis Rafale dengan jet tempur KFX/IFX yang setengah lebih murah dari Rafale.

Namun demikian, kata dia, strategi yang diterapkan dalam pembangunan kekuatan udara di antaranya adalah tetap mengejar yang canggih, sambil membangun kemampuan dan melengkapi dengan teknologi-teknologi lain.

Baca juga: TNI AU Kirim 6 Pilot Pesawat Tempur dan Teknisi Ke Prancis Untuk Pelatihan Jet Tempur Rafale

"Rafale kita kejar, F-15 kita mungkin kejar, kita kejar, tapi sementara kita akan pacu kemampuan kita membuat pesawat-pesawat kita sendiri," kata Prabowo.

"Saya yakin beberapa tahun lagi kita akam memiliki pesawat-pesawat tempur yang cukup canggih produksi bangsa kita sendiri," sambung dia.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved