Komisi V DPR Buka Peluang Audiensi dengan Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182

Ketua Komisi V DPR Lasarus mengatakan pihaknya mendukung keinginan audiensi oleh sejumlah keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Penulis: Naufal Lanten
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Naufal Lanten
Penampakan Gedung Kantor Pusat Sriwijaya Air di Jalan Marsekal Suryadarma No.7, Selapajang Jaya, Kec. Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Jumat (11/11/2022). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Naufal Lanten

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 melayangkan surat kepada Komisi V DPR RI untuk meminta audiensi untuk membahas persoalan dengan Sriwijaya Air.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi V DPR Lasarus mengatakan pihaknya mengamini wacana audiensi ini.

Dia mengatakan, Komisi V DPR akan mengagendakan pertemuan dengan para korban SJ-182. “Akan kita agendakan,” kata Lasarus lewat pesan singkat kepada Tribunnews.com, Jumat (11/11/2022).

Saat ini Komisi V DPR tengah mengadakan rapat pimpinan dan rapat internal komisi perihal persoalan Sriwijaya Air ini.

Saat ditanya lebih jauh terkait waktu audiensi tersebut, Lasaurus belum dapat memastikan. “Akan dikabari, setelah kami rapim dan rapat internal komisi terkait agenda ini,” tuturnya.

Diberitakan TribunSintang.com sebelumnya, Slamet Bowo Santoso, satu di antara keluarga korban dari Pontianak yang juga ahli waris dari Alharmum Mulyadi melayangkan surat kepada Ketua Komisi V DPR-RI, Lasarus.

Dia bersama keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 meminta waktu untuk beraudiensi menyampaikan beberapa persoalan, termasuk terkait dengan syarat pencairan santunan dari Sriwijaya Air yang dirasa merugikan keluarga korban.

Baca juga: 6 Hasil Investigasi KNKT soal Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182, Adanya Gangguan Sistem Autothrottle

Surat permohonan audiensi ke Komisi V DPR-RI dibuat untuk menindaklanjuti pertemuan Rapat dengan Pendapat (RD) antara komisi V, KNKT dan Sriwijaya Air beberapa waktu lalu.

“Saya pribadi sudah meminta sama Pak Lasarus agar kami keluarga korban juga dihadirkan ketika RDP. Tadi kami juga mengirim surat permintaan audiensi biar Sriwijaya ndak terus berkelit dan lari dari tanggungjawab,” jelas Bowo.

Baca juga: Sambangi Kantor Sriwijaya Air di Pontianak, Keluarga Korban Pesawat SJ 182 Berujung Kecewa

Total ada 14 poin yang bakal dijabarkan ahli waris korban kecelakaan pesawat SJ-182 yang akan disampaikan saat audiensi kepada Komisi V DPR-RI.

Beberapa poin penting yang akan disampaikan ahli waris antara lain mendesak Sriwijaya Air untuk mencairkan santunan tanpa ada tanda tangan RnD.

“Santuan itu kewajiban maskapai karena dia yang punya pesawat yang kecelakan. Semua keluarga korban yang belum mengambil minta untuk audiensi karena kita dipersulit oleh pihak Sriwijaya Air," ujarnya.

Baca juga: Sempat Cekcok, Keluarga Korban SJ-182 Bakal Bertemu Direksi Sriwijaya Air

"Bahkan di keluarga kami dipaksa untuk mendantangani RnD itu, kita ditelpon dua kali. Itu setelah menggungat Boeing. Yang paling penting kita harus desak pihak perhubungan udara dan pihak sriwijaya. Supaya kami tidak perlu tanda tangan RND. Makanya kami minta Komisi V DPR menyuarakan itu,” ujar Bowo.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved